<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135743">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS ADAPTIF GOVERNANCE DALAM MENYIKAPI MARAKNYA PENJUALAN TANAH KEPADA WARGA NEGARA ASING DI KABUPATEN SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Doni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penjualan  tanah  kepada  warga  negara  asing  di  Kabupaten  Simeulue  telah mengalami  peningkatan  secara  signifikan  dalam  beberapa  tahun  terakhir. Fenomena  ini  menimbulkan  berbagai  dampak  ekonomi,  sosial,  dan  budaya  yang perlu  ditangani  oleh  pemerintah  daerah  secara  adaptif.  Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  adaptif  pemerintah  Kabupaten  Simeulue  dalam  menyikapi maraknya  penjualan  tanah  kepada  warga  negara  asing  dan  untuk  mengetahui dampak  penjualan  tanah  kepada  warga  negara  asing  terhadap  kondisi  sosial, politik, dan budaya masyarakat Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode  kualitatif  deskriptif  dengan  teknik  pengumpulan  data  melalui  observasi, wawancara,  dan  dokumentasi.  Teori  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah teori adaptif governance menurut Hulbert. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemerintah  Kabupaten  Simeulue  telah  mengadopsi  strategi  kolaborasi  dengan melibatkan  berbagai  pemangku  kepentingan  namun  kolaborasi  yang  dilakukan masih belum optimal. Pemerintah juga belum menunjukkan fleksibilitas yang baik dalam  upaya  menyelesaikan  dinamika  lokal  yang  terjadi.  Selanjutnya  untuk menghadapi  maraknya penjualan tanah di  Kabupaten Simeulue, pemerintah perlu mengambil  langkah  pembelajaran  dengan  tindakan  Memperketat  regulasi mengenai  penjualan  tanah  kepada  pihak  asing,  serta  meningkatkan  kesadaran masyarakat  dengan  edukasi  dan  sosialisasi.  Selanjutnya  dampak  penjualan  tanah kepada  warga  negara  asing  dari  segi  sosial,  menyebabkan  perubahan  prilaku masyarakat  dan  ketidakstabilan  sosial  di  masyarakat.  Secara  politik,  pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam mengatur regulasi dan kebijakan yang efektif untuk melindungi kepentingan warga lokal sambil menjaga hubungan baik dengan investor  asing.  Dari  segi  budaya,  penjualan  tanah  ini  berdampak  pada  perubahan nilai dan tradisi lokal serta mempengaruhi identitas budaya masyarakat Simeulue. Untuk  itu  pemerintah  Kabupaten  Simeulue  diharapkan  dapat  berupaya menerapkan regulasi, pengawasan ketat, edukasi dan sosialisasi, serta bekerjasama dengan  pihak  terkait.  Langkah-langkah  ini  menunjukkan  komitmen  pemerintah Kabupaten Simeulue dalam melindungi sumber daya tanah dari kepentingan pihak asing, serta upaya untuk menjaga kesejahteraan dan hak-hak warga lokal.&#13;
Kata kunci: Adaptif Governance, Penjualan Tanah, Warga negara asing, Kabupaten Simeulue</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135743</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-05 21:11:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 12:27:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>