<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135701">
 <titleInfo>
  <title>UJI EFEKTIVITAS APLIKASI BAKTERI ENDOFIT PAENIBACILLUS POLYMYXA UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (XANTHOMONAS ORYZAE PV. ORYZAE) PADA TANAMAN PADI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIFQA ULYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas tanaman pangan penghasil beras yang berperan sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. Produksi padi di Indonesia termasuk Aceh dalam lima tahun terakhir mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah serangan penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) dengan kehilangan hasil mencapai 80 %. Pengendalian penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi umumnya masih menggunakan pestisida sintetik yang berdampak negatif bagi lingkungan, kesehatan, tanaman, mikroorganisme, dan lainnya. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif pengendalian yang relatif aman dan tidak merusak lingkungan misalnya dengan penggunaan bakteri endofit Paenibacillus polymyxa. Bakteri endofit P. polymyxa asal batang tanaman padi memiliki persentase daya hambat 51,54% terhadap Xoo secara in vitro. Penggunaan bakteri endofit untuk pengendalian penyakit hawar daun bakteri yang telah dilakukan oleh para peneliti memiliki beberapa metode aplikasi yang dapat menekan persentase serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi bakteri endofit P. polymyxa untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi.&#13;
	Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari delapan perlakuan dan tiga ulangan, setiap ulangan terdiri dari dua unit sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Perlakuan aplikasi yang dilakukan dalam penelitian terdiri dari A0= kontrol (tanpa suspensi bakteri endofit), A1= Perendaman benih padi dalam suspensi bakteri P. polymyxa selama 13 jam, A2= Perendaman akar bibit tanaman padi umur 21 HSS dalam suspensi bakteri P. polymyxa selama 6 jam, A3= Penyemprotan daun tanaman padi umur 14, 28 dan 42 HST dengan suspensi bakteri P. polymyxa, A4= Perendaman benih + penyemprotan daun tanaman padi dengan suspensi bakteri P. polymyxa, A5= Perendaman akar bibit + penyemprotan daun tanaman padi dengan suspensi bakteri P. polymyxa, A6= Perendaman benih + perendaman akar bibit tanaman padi dalam suspensi bakteri P. polymyxa dan  A7= Perendaman benih + perendaman akar bibit tanaman padi + penyemprotan daun tanaman padi dengan suspensi bakteri P. polymyxa. Setelah aplikasi bakteri endofit dan inokulasi Xoo, lalu diamati masa inkubasi, persentase kejadian penyakit, keparahan penyakit, hasil tanaman padi dan aktivitas enzim peroksidase.&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata masa inkubasi paling lama yaitu 6,33 hari pada perlakuan A4 dan diikuti perlakuan A5 yaitu 4,83 hari. Kejadian penyakit hawar daun bakteri tertinggi pada perlakuan A0 sebesar 19,22% dan terendah 6,55% pada perlakuan A4 dengan keparahan penyakit tertinggi pada 28 hari setelah inokulasi (HSI) yaitu 43,33% pada perlakuan A0 dan terendah pada perlakuan A4 yaitu 28,75%. Rata-rata hasil tanaman padi tertinggi dijumpai pada perlakuan A4 yaitu 35,98 g dan terendah pada perlakuan A0 yaitu 9,49 g. Perlakuan A5 memiliki rerata aktivitas enzim peroksidase pada akar  tertinggi yaitu 2,322 U/mg, rerata aktivitas enzim peroksidase pada batang tertinggi terjadi pada perlakuan A0 dan rerata aktivitas enzim peroksidase pada daun tertinggi ditemukan pada perlakuan A2 yaitu 1,504 U/mg. Aplikasi bakteri endofit P. polymyxa dengan perendaman benih dan penyemprotan daun tanaman padi efektif untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri karena memiliki rata-rata masa inkubasi lebih lama, persentase kejadian dan keparahan penyakit lebih rendah dan hasil tanaman lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135701</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-05 13:16:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 12:17:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>