<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135583">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KUAT TEKAN DAN POROSITAS BETON DENGAN CAMPURAN ABU TERBANG (FLY ASH) SEBAGAI BAHAN ADDITIVE PENGGANTI SEMEN PADA BETON MUTU SEDANG.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Icut Ratu Fitria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangunan infrastruktur dan kebutuhan akan tempat tinggal memacu inovasi dalam bidang rekayasa struktur, khususnya bidang teknologi bahan konstruksi. Salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan adalah beton, beton merupakan material konstruksi yang terdiri dari campuran agregat kasar (kerikil) dan agregat halus (pasir) sebagai bahan pengisi serta semen dan air sebagai bahan pengikat. Dalam perkembangan teknologi beton sekarang ini, berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan karakteristik dari beton. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menambahkan fly Ash pada campuran beton. Fly Ash merupakan limbah padat berupa partikel abu yang terbawa oleh gas buang yang dapat menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan. Pada penelitian ini digunakan fly Ash yang berasal dari PLTU 1 &amp; 2 nagan Raya dengan variasi sebanyak 12%, 15%, 18% dan 22% dari berat semen. Mutu beton yang direncanakan 20 MPa yang diuji pada umur beton 28 hari setelah terlebih dahulu dilakukan perawatan beton (curing). Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm disiapkan sebanyak 12 sampel yang terdiri dari 3 sampel untuk tiap persentase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash sebagai bahan tambah beton terhadap kuat tekan dan porositas beton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada penambahan fly ash sebanyak 12% hingga 18% nilai kuat tekan cenderung mengalami peningkatan. Nilai kuat tekan beton maksimum diperoleh pada variasi 18% yaitu sebesar 24,05 MPa dan kuat tekan terendah diperoleh pada variasi 12% sebesar 20,78 MPa. Namun penambahan fly ash diatas 18% menyebabkan penurunan nilai kuat tekan. Semua variasi sampel yang dibuat, nilai kuat tekannya telah memenuhi spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah ditetapkan. Sementara itu, untuk nilai porositas, semakin besar persentase fly ash yang ditambahkan maka semakin kecil nilai porositas yang terukur. Nilai porositas terendah diperoleh pada variasi 22% yaitu sebesar 7,13%. Dapat disimpulkan bahwa abu terbang (fly ash) yang berasal dari PLTU 1 &amp; 2 Nagan Raya baik digunakan sebagai bahan additive pengganti semen pada campuran beton mutu sedang. &#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci : beton, fly ash, kuat tekan dan porositas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135583</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 19:40:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 11:28:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>