<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135551">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Darnifayanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sepsis neonatorum adalah infeksi sistemik yang terjadi pada bayi baru lahir hingga usia 28 hari, dan merupakan penyebab utama morbiditas serta kematian pada kelompok usia ini. Kejadian sepsis pada neonatus diduga dipengaruhi oleh variasi genetik. Gen polimorfik diyakini berperan dalam variabilitas, kerentanan, dan hasil dari sepsis. Beberapa komponen yang terlibat dalam respon tubuh terhadap infeksi bakteri dan sepsis dikode oleh gen polimorfik, termasuk protein yang terlibat dalam pengenalan awal bakteri seperti TRL4, Fc receptors, mannose-binding lectin, serta protein intraseluler yang berperan dalam respon terhadap produk bakteri seperti TNF-alfa, interleukin, dan heat shock proteins (HSPs). Penelitian ini menyajikan data univariat dari beberapa kelompok yang dianalisis terkait dengan kejadian sepsis neonatorum, yang dihubungkan dengan keadaan klinis pasien, hasil hematologi, kultur darah, kadar IL-6, dan polimorfisme genetik TNF-alfa –308 G/A. Tahap awal penelitian melibatkan persiapan subjek yang terdiri dari neonatus dengan sepsis, berdasarkan gejala klinis, faktor risiko sepsis neonatorum, serta marker sepsis berupa kadar IL-6 dan pemeriksaan hematologi rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek terdiri dari 30 neonatus, dengan dominasi jenis kelamin laki-laki dan usia gestasi terbanyak antara 38-40 minggu. Tanda vital rata-rata pasien berada dalam keadaan stabil. Interleukin-6 merupakan sitokin yang muncul sebagai respon awal terhadap infeksi, sebelum peningkatan C-reactive protein dan pelepasan TNF-alfa. Berdasarkan penelitian ini, terjadi peningkatan kadar interleukin pada bayi dengan klinis sepsis, dan ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara klinis dan statistik antara kadar IL-6 dan sepsis neonatorum. Polimorfisme genetik yang mempengaruhi TNF-alfa sebagai mediator inflamasi dalam respon sepsis pada bayi terdapat pada varian homozygot dan heterozygot. Varian genetik GG menunjukkan peningkatan kadar IL-6 di seluruh kelompok, dengan konfirmasi kultur darah yang menemukan hasil biakan bakteri. Namun, polimorfisme gen TNF-alfa 308 G/A pada pasien dengan sepsis neonatorum tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kematian bayi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135551</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 17:48:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 11:10:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>