<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135527">
 <titleInfo>
  <title>PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE EDIBLE COATING LIDAH BUAYA DAN LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mira Afrina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai merah memiliki sifat mudah rusak yang merupakan hambatan utama dalam proses penyimpanan. Faktor yang menyebabkan singkatnya daya simpan yaitu setelah dipanen cabai merah masih mengalami perubahan metabolisme. Perlakuan pasca panen yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan cabai merah yaitu dengan menggunakan edible coating. Bahan dasar yang banyak digunakan adalah lidah buaya dengan penambahan ekstrak jahe. Ekstrak jahe memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang dapat mempertahankan kualitas pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penambahan ekstrak jahe pada edible coating lidah buaya dan lama penyimpanan terhadap kualitas cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak jahe terdiri 0%, 50% gel lidah buaya, 50% gel lidah buaya + 6% ekstrak jahe, 50% gel lidah buaya + 9% ekstrak jahe, 50% gel lidah buaya + 12% ekstrak jahe. Faktor kedua yaitu lama penyimpanan yang terdiri 5, 10, 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe pada edible coating lidah buaya berpengaruh sangat nyata terhadap pembusukan, kadar vitamin C dan uji organoleptik (warna, tekstur, aroma dan penerimaan keseluruhan. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut, pembusukan, kadar vitamin C dan uji organoleptik (warna, tekstur, aroma dan penerimaan keseluruhan). Kualitas cabai merah terbaik terdapat pada edible coating lidah buaya 50% dengan penambahan ekstrak jahe 12% dan lama penyimpanan 5 hari.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135527</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 17:21:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 09:53:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>