<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135517">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN KARAKTERISTIK KIMIA DAN MIKROBIOLOGIS ASAM DRIEN (TEMPOYAK ACEH) SELAMA  FERMENTASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zainuddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Durian (Durio zibethinus Murr) merupakan salah satu buah yang&#13;
bcrkcmbang di wilayah nusantara, memiliki daging buah yang bertekstur lunak&#13;
dengan rasa yang khas dan berbau tajam. Buah durian yang sudah masak mudah&#13;
sekali rusak sehingga perlu dilakukan pengolahan (pengawetan) untuk&#13;
memperpanjang daya simpangnya. Salah satu caranya dengan membuat daging&#13;
buah durian difermentasi yang dinamakan tempoyak. Tempoyak merupakan&#13;
daging durian yang difermentasi dengan atau tanpa menggunakan garam yang&#13;
digunakan sebagai lauk ataupun bumbu masakan. Tempoyak banyak terdapat di&#13;
Malaysia dan Indonesia (Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat,&#13;
Lampung dan Aceh) dengan nama ataupun sebutan yang berbeda. Tempoyak di&#13;
Aceh dinamakan  asam drien mirip dengan pembuatan tempoyak secara &#13;
asam drien. Pembuatan Secara ilmiah belum pernah dilakukan penelitian&#13;
mengenai karakteristik kimia dan mikrobiologis  umum. asam drien. &#13;
Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik kimia dan mikrobiologis &#13;
asam drien selama fermentasi.&#13;
               Penelitian yang dilakukan bersifat laboratorium eksploratif. Asam drien &#13;
dibuat dalam skala rumah tangga yang dilakukan secara tradisional seperti yang&#13;
biasa dilakukan oleh masyarakat Aceh Selatan. Penelitian menggunakan&#13;
Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal yaitu Lama fermentasi dengan tiga kali&#13;
ulangan. Sampling dilakukan 2 hari sekali yaitu hari ke-I, ke-3, ke-5 dan ke-7.&#13;
Analisis yang dilakukan meliputi pengukuran pH, kadar air, total asam laktat, total&#13;
gula, total bakteri asam laktat (BAL) dan total khamir&#13;
               Hasil analisis kimia asam drien menunjukkan bahwa kadar air dan total&#13;
asam meningkat sedangkan nilai pH dan total gula mcnurun selama fermentasi.&#13;
Adapun total BAL. tertinggi diperoleh pada hari ke-3 dan khamir hanya dijumpai&#13;
pada awal fermentasi namun tidak terdeteksi pada hari ke.7.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135517</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 17:07:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 17:07:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>