<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135493">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS JEJARING FARMAKOLOGI DAN KAJIAN PEMODELAN MOLEKULER ANTI-PHOTOAGING DARI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haya Maghfira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Senyawa alami yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi sering digunakan dalam produk kosmetik untuk melawan masalah penuaan (aging) pada kulit. Penyebab dari penuaan kulit salah satunya adalah sinar matahari yang dapat memicu photoaging, sehingga kulit menjadi tampak keriput dan mengalami penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi minyak nilam sebagai agen anti-photoaging melalui metode in silico yang mencakup analisis jejaring farmakologi dan pemodelan molekuler. Penelitian ini menggunakan data sekunder 68 senyawa dari hasil GCMS minyak nilam, dengan jumlah senyawa yang dipilih sebanyak 66 senyawa berdasarkan uji sifat fisikokimia dan farmakokinetiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung pada minyak nilam dapat berpotensi sebagai agen anti-photoaging yang dapat mengobati baik secara ekstrinsik dan intrinsik. Pengobatan secara ekstrinsik, minyak nilam dapat menghambat protein MMP2 dan MMP9 yang dapat merusak kolagen yang terdapat pada lapisan dermis kulit. Sedangkan pengobatan secara intrinsik, senyawa minyak nilam dapat memicu aktifnya enzim telomerase oleh protein AKT1, HSP90AA1, dan HSP90AB1 yang dapat memanjangkan kembali telomer yang telah rusak akibat dari proliferasi sel yang dipicu oleh photoaging. Berdasarkan hasil kajian molecular modelling, senyawa minyak nilam dapat berinteraksi dengan baik dengan protein-protein tersebut, sehingga penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan pada kajian in vitro untuk membuktikan jalur mekanisme molekuler yang dilalui oleh minyak nilam sebagai agen anti-photoaging.&#13;
&#13;
Kata Kunci: In silico, Jejaring Farmakologi, Minyak nilam, Pemodelan Molekuler, Photoaging &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135493</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 16:53:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 11:06:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>