<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135489">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Musliza Kamalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berbagai macam karakter masyarakat dalam menyikapi anak berkebutuhan khusus seperti, masyarakat yang membatasi diri dan keluarga berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus dan mayarakat yang tidak memberikan hak untuk mendapat layanan pendidikan dan layanan sosial kepada anak berkebutuhan khusus merupakan fenomena yang didapati. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tingkat persepsi masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus di Banda Aceh. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dan metode pengumpulan datanya menggunakan studi deskriptif kuantitatif. Dengan sampel penelitian sebanyak 310 masyarakat kecamatan Ulee Kareng yang berusia 20-29 tahun, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling, alat ukur yang digunakan yaitu skala persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukan  (1) separuhnya masyarakat memiliki persepsi yang positif terhadap anak berkebutuhan khusus dengan persentase 50%, (2) hampir separuhnya masyarakat sudah dapat memahami aspek kognisi dan sebagian besar masyarakat sudah dapat memahami aspek afeksi dan konasi, (3) hampir separuhnya masyarakat berjenis kelamin laki-laki dan sebagian besar masyarakat yang berjenis kelamin perempuan menunjukkan persepsi positif terhadap anak berkebutuhan khusus, (4) separuhnya masyarakat berusia 20-24 tahun dan sebagian besar masyarakat usia 25-29 tahun memiliki persepsi yang positif terhadap anak berkebuthan khusus, (5) diantara Sembilan desa ada tiga desa yang seluruhnya masyarakat memiliki persepsi positif terhadap anak berkebutuhan khusus yaitu desa Pango Deah, Lamglumpang, dan Ie Masen Kayee Adang. Secara umum masyarakat kota Banda Aceh menunjukkan memiliki persepsi positif terhadap anak berkebutuhan khusus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135489</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 16:52:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 17:36:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>