<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135465">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU BUBUK COKEL.AT (THEOBROMA COCOA L)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizky Wiryadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Komoditi cokelat merupakan salah satu andalan komoditi perkebunan.&#13;
Varietas cokelat yang tumbuh di Daerah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) adalah&#13;
varictas Criollo dan Forastero. Kedua varietas ini masing-masing mcmiliki bcrbagai&#13;
keunggulan dan sangat cocok tumbuh pada daerah NAD. Salah satu bentuk&#13;
pengolahan cokelat adalah bubuk cokelat. Bubuk cokelat ini merupakan bentuk&#13;
pengolahan cokelat dengan bahan baku biji cokelat yang telah difermentasi.&#13;
               Secara garis besar pembuatan bubuk cokelat dimulai dengan fermentasi biji&#13;
cokclat, kemudian perendaman dan pencucian, dan pengeringan biji cokelat. Setelah&#13;
biji kering dilakukan pcnyangraian. dan dilanjutkan dcngan proses pengecilan ukuran.&#13;
Haneuran cokelat yang telah kering dikukus dan dipres/tekan untuk mengeluarkan&#13;
lemak yang terdapat pada cokelat. Setelah lemak keluar, hancuran cokelat&#13;
dikeringkan. Setelah kering dilanjutkan penghancuran dengan menggunakan metode&#13;
penggilingan dengan menggunakan blender. Setelah digiling cokelat diayak untuk&#13;
mendapatkan bubuk cokelat.&#13;
                Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap&#13;
(RAL) faktorial pola 3x3 dengan dua faktor. yaitu waktu fermentasi dan faktor lama&#13;
pengeringan. Faktor waktu fermentasi (F) terdiri dari 3 taraf, yaitu: F, = 3 hari. F= &#13;
5 hari, dan F, = 7 hari serta faktor lama pengeringan (K) terdiri atas 3 taraf, yaitu K, &#13;
= 2 hari, K, = 3 hari, dan K, = 4 hari. Dengan demikian terdapat 9 kombinasi&#13;
pcrlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Data&#13;
yang dipcroleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil&#13;
(BNT). Parameter yang dianalisis terhadap bubuk cokelat yaitu kadar air, kadar&#13;
lemak, kadar abu, dan kadar serat kasar, serta uji organoleptik terhadap warna, aroma,&#13;
dan tekstur.&#13;
               Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi berpengaruh sangat&#13;
nyata (P0,01) terhadap kadar air, kadar lemak, kadar abu, nilai organoleptik warna&#13;
dan aroma, namun berpengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) terhadap kadar serat kasar, nilai&#13;
organoleptik tekstur bubuk cokclat yang dihasilkan. Lama pengeringan berpengaruh&#13;
sangat nyata (P0,05) terhadap kadar serat kasar, nilai&#13;
organoleptik aroma, dan tekstur.&#13;
               Interaksi waktu fermentasi dan lama pengeringan berpen garuh tidak nyata&#13;
(P&gt;0,05) terhadap kadar air, kadar lemak, kadar abu, kadar serat kasar dan nilai&#13;
organoleptik warna, aroma, dan tekstur bubuk cokclat yang dihasilkan.&#13;
Waktu fermentasi yang semakin lama menghasilkan kadar air yang cenderung&#13;
meningkat, hal ini disebabkan terjadinya reaksi pemecahan gula menjadi etanol. &#13;
Kadar lemak juga meningkat dengan terjadinya penguraian senyawa gula dan&#13;
polifenol. Kadar abu semakin menurun dengan meningkatnya waktu fermentasi. Hal&#13;
ini disebabkan adanya pelepasan senyawa-senyawa seperti mineral yang terdapat&#13;
dalam biji cokelat. Dari nilai organoleptik wama dipcrolch bubuk cokelat yang&#13;
cenderung semakin cerah dengan meningkatnya waktu fermentasi, warna yang&#13;
terbentuk akibat proses maillard dari senyawa polifenol yang terurai. Semakin&#13;
meningkatnya waktu fennentasi maka bcrakibat aroma yang dihasilkan aroma khas&#13;
cokelat yang semak.in kuat, hal ini disebabkan komponen volatil yang terbentuk dari&#13;
gugus amina, karboksil, senyawa asam hidrofobik, dan peptida hidrofilik.&#13;
                Lama pengeringan yang semakin meningkat menghasilkan kadar air yang&#13;
lebih rendah, dikarenakan terjadi penguapan air dari dalam biji cokelat. Kadar lemak&#13;
semakin meningkat dengan semakin lama pengeringan, air yang berdifusi dari biji&#13;
cokelat menyebabkan tcrjadinya peningkatan kandungan lemak. Kadar abu&#13;
meningkat dengan semakin lamanya proses pengcringan, ha! ini diduga karena&#13;
pengkerutan dan pengkerasan biji. Nilai organoleptik warna bubuk cokelat, semakin&#13;
lama pengeringan semakin cerah wama yang dihasilkan, hal ini karena terjadinya&#13;
oksidasi tanin yang merupakan komponen pembentuk warna cokelat.&#13;
               Hasil terbaik dari penelitian ini adalah waktu fermentasi 7 hari dengan lama&#13;
pengeringan 4 hari. Bubuk cokelat yang dihasilkan dengan kadar air sebesar 4,11%,&#13;
kadar lemak 5,00%, kadar abu 9,19%, dan serat kasar 2,92%. Sedangkan untuk uji&#13;
organoleptik terhadap wama 3,26 (biasa sampai suka), aroma 3,40 (biasa sarnpai&#13;
suka), tekstur 3.59 (biasa sampai suka).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135465</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 16:40:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 16:40:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>