PENGEMBANGAN PROSES KONVERSI MINYAK GORENG MENJADI POLIOL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGEMBANGAN PROSES KONVERSI MINYAK GORENG MENJADI POLIOL


Pengarang

Evi wahyuni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041311281

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Polio) merupakan bahan baku utama pembuatan poliuretan. Selama ini polio! dihasilkan dari produk turunan minyak bumi. Mengingat minyak bumi merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui maka perlu dicari alternatif lain. Salah satunya dengan menggunakan minyak goreng yang berasal dari minyak sawit. Proses pembuatan polio) dari minyak goreng dilakukan dengan metode epoksidasi dan hidroksilasi menggunakan asam formiat dan hidrogen peroksida. Penelitian ini dilakukan pada variasi komposisi reaktan 30%, 40%, 50%, 60% dan 70% minyak goreng dan variasi temperatur 40 °C, 50 "C, 60 °C, 70 °C dan 80 °C. Poliol dengan
bilangan hidroksil terbesar didapat pada komposisi reaktan 30% minyak goreng pada temperatur 40 °C yaitu sebesar 147,094 dengan berat 62,30 gram. Hasil ini diperoleh secara titrasi dan analisa dengan spektra infra merah (FTIR.). Berat molekul poliol yang diperoleh dari analisa GCMS sebesar 779,536.

Kata kunci : Bilangan hidroksil, epoksidasi, hidroksilasi, poliol.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK