<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135403">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PEMBUATAN DODOL SUSU DENGAN MELIHAT RASIO TEPUNG  BERAS  DAN  TEPUNG  KETAN SERTA  PENAMBAHAN  NANGKA  (ARTOCAPUS HETEROPHYLUS LAMK.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Said Jazuli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dodol  adalah  sejenis makanan   yang  dikategorikan  dalam  jenis  makanan manis.  Dodol   merupakan  makanan   tradisional   semi  basah   yang   populer   dan terbuat  dari  campuran tepung  ketan,  tepung  beras,  gula  dan  santan  dengan  atau tanpa   bahan   tambahan   lainnya   yang   diizinkan.   Pembuatan  dodol   dilakukan dengan  mencampurkan semua  bahan  menjadi  satu, kemudian  dimasak  dan diaduk secara   terus  menerus   hingga   diperoleh  konsistensi   tertentu.  Dalam   pembuatan dodol,   penambahan  santan   dapat  juga  digantikan  dengan   penambahan  bahan lainnya,  seperti  susu. Penggunaan susu  sebagai  bahan  baku  pengganti   santan  ini dimaksudkan  agar  protein   susu  dapat  berperan   dalam  pembentukan tekstur   dan kekompakan dodol  susu.&#13;
Selain  susu,  bahan  utama  lain  pada  pembuatan  dodo!  ini  adalah  tepung ketan    dan   tepung    beras.    Penambahan    tepung    ketan    yang    sebagian    besar mengandung amilopektin dimaksudkan agar tekstur dodol memiliki tingkat kelengketan   yang   baik.   Pemakaian    tepung   beras   adalah   untuk   mendapatkan amilosa  untuk  memperkeras tekstur  dodol.  Perbandingan tepung  beras dan tepung ketan  merupakan faktor penting  dalam  penentuan  eating quality dan tekstur  dodo) susu.   Dalam   pengolahan  dodol,   selain   bahan   utarna  dapat  juga   ditambahkan berbagai   bahan-bahan lain  untuk  memperoleh  aroma  dan  rasa  yang  diinginkan. Jenis   buah-buahan  yang  dapat  digunakan  dalam   pcmbuatan  dodo)  diantaranya adalah  nangka. Nangka  merupakan buah  yang  sangat digemari  oleh  masyarakat, karena  rasanya  yang  sangat  khas dan kandungan  nutrisinya  yang tinggi. Nilai  gizi buah   nangka    tidak   kalah   dengan   buah-buah    yang   lain,   yaitu   mengandung karbohidrat, protein, mineral  serta vitamin A dan C.&#13;
Penelitian ini dilakukan untuk  mempelajari pembuatan dodol  susu dengan&#13;
melihat  pcngaruh   rasio  tepung  beras  dan tepung  ketan  serta  penambahan nangka terhadap   sifat  fisik  (rendemen, tekstur),   sifat  kimia  (kadar  air,  total  gula,  kadar protein  dan kadar  lemak), dan mutu organoleptik (warna,  aroma,  rasa dan tekstur)dodol susu yang dihasilkan.&#13;
Rancangan percobaan yang digunakan  adalah  Rancangan Acak  Kelompok&#13;
(RAK)   dengan   pola  faktorial  yang  tcrdiri   atas  2  faktor.  Faktor  1  adalah   rasio tepung  beras dan tepung  ketan (T) terdiri dari 3  taraf yaitu  :  T1 = 50:.75,  T2= 62,5: 62,5, T3, = 75:50.  Faktor  II  adalah  konsentrasi  nangka  (N) yang terdiri  dari 4 taraf&#13;
yaitu N1,  =  0%,  N2, =  5%, N3, =  10%, N4= 15%.  Parameter yang  diamati  adalah rendemen,   tekstur,   kadar   air,   total  gula,   kadar   protein,   kadar   lemak,   dan   uji&#13;
organoleptik (warna,  aroma  dan tekstur).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan  rasio perbandingan  tepung beras   dan   tepung   ketan   pada   dodol   susu   pada   rasio   tepung   75:50   dapat meningkatkan  nilai rendemen  dodol dan  dapat menurunkan   kadar air, tetapi tidak berpengaruh   terhadap  nilai  protein  dan  total  gula.  Perlakuan  konsentrasi  nangka pada   dodol   susu   pada   konsentrasi    nangka    15%   dapat   meningkatkan    nilai rendemen  dodol. Nilai  kesukaan  panelis  tehadap  hedonik  warna  menurun dengan meningkatnya  konsentrasi nangka, sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap hedonik  rasa  meningkat.  Tetapi tidak  berpengaruh   terhadap  nilai protein,  lemak, total  gula  dan  tekstur.    Interaksi  antara  rasio  perbandingan   tcpung  beras  dan tepung  ketan  dan  konsentrasi  nangka  pada  rasio  tepung  75:50  dan nangka  pada konsentrasi  15% dapat meningkatkan tekstur dan nilai lemak  dodol susu.&#13;
Perlakuan   terbaik   diperoleh   pada  rasio  tepung  beras   dan  tepung  ketan&#13;
62,5:62,5   dan   konsentrasi   nangka   10%   (T2N3)   dengan   karakt eristik   sebagai berikut  :  rendemen  = 30,98%,  tekstur  = 89,88%,  kadar  air = 23,34%,  total  gula =&#13;
57,09%,  kadar protein  = 3,92%,  kadar  lemak  =  15,56%,  nilai  kesukaan  warna  =&#13;
3,13,  nilai  kesukaan   aroma  =  3,68,  nilai  kesukaan   rasa  =  3,45,  nilai  kesukaan tekstur  = 3,18,  nilai  deskripsi  rasa  susu  = 2,68,,  nilai  deskripsi  rasa  nangka  =&#13;
2,57, nilai deskripsi  aroma susu = 2,53, nilai deskripsi  aroma nangka = 2,78, nilai deskripsi  warna = 3,00, nilai  deskripsi tekstur = 2,47.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135403</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 15:49:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 15:49:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>