Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH METODA DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL (MIKROORGANISME LOKAL)
Pengarang
Nurdiana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0605105010085
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat sudah mulai meningkat,
termasuk penggunaan pupuk oleh petani. Petani sudah mulai menggunakan pupuk
organik untuk menggantikan pupuk kimia dalam usaha taninya. Pupuk organik
dapat dibuat sendiri oleh petani. Salah satu penentu keberhasilan dalam
pcmbuatan pupuk organik seperti bokasi atau pupuk kompos adalah pcnggunaan
MOL atau mikroorganisme lokal. MOL adalah kumpulan mikroorganisme yang
bcrfungsi scbagai starter dalam pembuatan bokasi atau kompos organik.
MOL dapat dibuat dari limbah pertanian seperti buah-buahan yang sudah
tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Pemanfaatan seperti ini dapat mengurangi
pencemara n lingkungan serta meningkatkan nilai tambah dari limbah. Biasanya,
metoda fermentasi MOL yang dilakukan oleh para petani produsen MOL selama
ini yaitu dengan penggunaan wadah yang tertutup rapat sehingga tidak
memungkinkan adanya pertukaran udara yang bisa keluar masuk wadah
fermentasi. Penutupan wadah ini temyata mcnimbulkan suatu masalah pada saat
fermentasi dilakukan dalam waktu yang lama.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh metoda fermentasi
dan lama fermentasi terhadap mutu MOL (Mikroorganisme Lokal).
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah
(RPT) atau Split Plot yang terdiri dari Petak Utama dan Anak Petak. Petak Utama
adalah metoda fermentasi (M) yang terdiri dari 2 taraf yaitu MI = Dalam wadah
dengan selang udara dan M2 = Dalam wadah tanpa selang udara. Anak petak
adalah lama fermentasi (L) yang terdiri dari 6 taraf yaitu LI = 0 minggu, L2 = I
minggu, L3=2 minggu, L4 = 3 minggu, L5 = 4 minggu, dan L6 = 5 minggu.
Kombinasi dari perlakuan adalah 2x6 dengan mcnggunakan 2 kali ulangan (U)
sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan terhadap MOL
meliputi Total mikrooorganisme (TCC), nilai pH, temperatur, dan uji organoleptik terhadap
warna dan aroma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metoda fermentasi yang digunakan
pada fermentasi MOL berpengaruh sangat nyata terhadap total mikroorganisme
(TCC) dan organoleptik aroma (P0,05)
terhadap nilai pH, temperatur, dan warna MOL yang dihasilkan. Lama fermentasi
berpengaruh sangat nyata (P
Tidak Tersedia Deskripsi
INTRODUKSI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL), BAKTERI ASAM ASETAT (BAA) DAN CAMPURAN BAL-BAA SEBAGAI STARTER KERING FERMENTASI UNTUK MEMPERBAIKI MUTU BIJI KAKAO ACEH (Ria Safitri, 2018)
PENGARUH PENANGANAN BUAH DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL (MIKROORGANISME LOKAL) (Rahmayati, 2024)
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU TEH HITAM (STUDI KASUS DI PT.PERKEBUNAN NUSANTARA VI DANAU KEMBAR) (Dian Fitriani, 2017)
EVALUASI FRAKSI SERAT PADA KULIT KOPI (COFFEA SP) FERMENTASI DENGAN LAMA PEMERAMAN YANG BERBEDA (Ichbal Kunaifi, 2019)
PENGARUH RUANG UDAR DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL (MIKROORGANISME LOKAL) (Rina Khairuna, 2025)