<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135397">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH METODA DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL (MIKROORGANISME LOKAL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurdiana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat sudah mulai meningkat,&#13;
termasuk penggunaan pupuk oleh petani. Petani sudah mulai menggunakan pupuk&#13;
organik untuk menggantikan pupuk kimia dalam usaha taninya. Pupuk organik&#13;
dapat dibuat sendiri oleh petani. Salah satu penentu keberhasilan dalam&#13;
pcmbuatan pupuk organik seperti bokasi atau pupuk kompos adalah pcnggunaan&#13;
MOL atau mikroorganisme lokal. MOL adalah kumpulan mikroorganisme yang&#13;
bcrfungsi scbagai starter dalam pembuatan bokasi atau kompos organik.&#13;
               MOL dapat dibuat dari limbah pertanian seperti buah-buahan yang sudah&#13;
tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Pemanfaatan seperti ini dapat mengurangi&#13;
pencemara n lingkungan serta meningkatkan nilai tambah dari limbah. Biasanya,&#13;
metoda fermentasi MOL yang dilakukan oleh para petani produsen MOL selama&#13;
ini yaitu dengan penggunaan wadah yang tertutup rapat sehingga tidak&#13;
memungkinkan adanya pertukaran udara yang bisa keluar masuk wadah&#13;
fermentasi. Penutupan wadah ini temyata mcnimbulkan suatu masalah pada saat&#13;
fermentasi dilakukan dalam waktu yang lama.&#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh metoda fermentasi&#13;
dan lama fermentasi terhadap mutu MOL (Mikroorganisme Lokal).&#13;
               Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah&#13;
(RPT) atau Split Plot yang terdiri dari Petak Utama dan Anak Petak. Petak Utama&#13;
adalah metoda fermentasi (M) yang terdiri dari 2 taraf yaitu MI = Dalam wadah&#13;
dengan selang udara dan M2 = Dalam wadah tanpa selang udara. Anak petak&#13;
adalah lama fermentasi (L) yang terdiri dari 6 taraf yaitu LI = 0 minggu, L2 = I &#13;
minggu, L3=2 minggu, L4 = 3 minggu, L5 = 4 minggu, dan L6 = 5 minggu.&#13;
Kombinasi dari perlakuan adalah 2x6 dengan mcnggunakan 2 kali ulangan (U) &#13;
sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan terhadap MOL  &#13;
meliputi Total mikrooorganisme (TCC), nilai pH, temperatur, dan uji organoleptik terhadap &#13;
warna dan aroma.&#13;
               Hasil penelitian menunjukkan bahwa metoda fermentasi yang digunakan&#13;
pada fermentasi MOL berpengaruh sangat nyata terhadap total mikroorganisme &#13;
(TCC) dan organoleptik aroma (P0,05)&#13;
terhadap nilai pH, temperatur, dan warna MOL yang dihasilkan. Lama fermentasi&#13;
berpengaruh sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135397</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 15:46:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 15:46:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>