PENGARUH BAURAN PROMOSI, PRODUK DAN KOMPETENSI INTI TERHADAP KEPUASAN PESERTA SERTA DAMPAKNYA PADA LOYALITAS PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KETENAGAKERJAAN CABANG LHOKSEUMAWE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH BAURAN PROMOSI, PRODUK DAN KOMPETENSI INTI TERHADAP KEPUASAN PESERTA SERTA DAMPAKNYA PADA LOYALITAS PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KETENAGAKERJAAN CABANG LHOKSEUMAWE


Pengarang

Syukran - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200020051

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

658.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu unsure paduan pemasaran yang berpengaruh terhadap perilaku peserta adalah paduan pengelolaan produk dan bauran promosi. Pengelolaan produk lebih menekankan bahwa peserta memerlukan jenis-jenis dan fasilitas-fasilitas pelayanan tertentu sedangkan bauran promosi adalah variable promosi yang menggunakan kombinasi produk, harga, promosi, tempat, proses, buktifisik, orang dan tingkat kompetensi yang dimiliki oleh karyawan dalam rangka memberikan pelayanan kepada peserta sehingga peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lhokseumawe merasa puas. Strategi bauran promosi yang diterapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Lhokseumawe mencakup tentang kualitas produk yang ditawarkan kepada peserta. Kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen meliputi produk program jaminan sosial yang terdiri atas Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT) bagi seluruh tenaga kerja dan keluarganya. Menurut Ferdinand (2002) adalah jumlah indicator dikalikan 5 sampai dengan 10 karena jumlah indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 maka ukuran sampelnya berada pada rentang 160 – 320. Selain criteria tersebut, ada kriteria lain yang sering digunakan untuk penetapan ukuran sampel, yaitu antara 100 – 200. Berdasarkan kedua pertimbangan tersebut maka ukuran sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 150 responden. Pembuktian Hipotesis dilakukan dengan menggunakan indikatornilai CR dan P. Karena dari 7 hipotesis verifikatif yang diuji dalam penelitian ini memiliki nilai CR diatas 1,96 atau nilai P lebih kecil dari 0,05, maka semua hipotesis yang diuji menolak Ho dan menerima H1. Dengan kata lain variabel independence dan intervening memiliki pengaruh untuk meningkatkan variabel dependent sepanjang variabel independent dan intervening dapat ditingkatkan oleh pengelola BPJS Ketenagakerjaan Lhokseumawe

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK