<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135291">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI KOMUNIKASI TULAR NALAR MAFINDO DALAM PEMBERDAYAAN LITERASI DIGITAL PADA LANSIA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syarifah Dhamratus Shiddiqah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIP</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan penggunaan internet di kalangan lansia terus meningkat. Namun, keterbatasan keterampilan digital menjadikan lansia sebagai kelompok yang rentan terhadap penipuan digital. Pada tahun 2019, Aceh menjadi salah satu wilayah dengan tingkat penyebaran hoaks tertinggi di Indonesia. Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) melalui program Tular Nalar berupaya memberikan edukasi literasi digital kepada kelompok rentan termasuk lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan oleh Mafindo Aceh dalam program pemberdayaan Tular Nalar Lansia di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan Teori Perencanaan oleh Charles Berger dan tahapan strategi komunikasi Hafied Cangara meliputi penelitian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang, yaitu Koordinator Mafindo Aceh, dua fasilitator Tular Nalar, dan tiga lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh Mafindo Aceh kurang efektif. Terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan perbaikan. Pada tahap penelitian, tidak terdapat penelitian lokal di Aceh, sehingga wilayah yang benar-benar membutuhkan edukasi literasi digital tidak dapat diidentifikasi secara optimal. Pada tahap perencanaan, waktu yang terbatas dan aturan dari pusat mempengaruhi efektivitas perencanaan. Pada tahap pelaksanaan, terdapat kekurangan dalam pengelompokan peserta dan kesiapan Mafindo pada hal yang tidak terduga selama pelaksanaan. Pada tahap evaluasi, tidak terdapat evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program, melainkan hanya evaluasi kognitif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>OLDER PERSONS - SOCIAL ASPECT</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135291</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 13:11:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 10:33:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>