<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135235">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI KESEHATAN PETUGAS PUSKESMAS TELUK DALAM DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI KABUPATEN SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Titin Tri Nurtami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Komunikasi kesehatan petugas Puskesmas Teluk Dalam ini bermaksud untuk menganalisis pencegahan stunting pada anak balita di kecamatan Teluk Dalam kabupaten Simeulue. Petugas puskesmas berperan penting dalam memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat terutama kepada orangtua mengenai pencegahan stunting kepada anak balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana komunikassi kesehatan yang dilakukan petugas Puskesmas Teluk Dalam dalam pencegahan stunting kepada anak balita (bayi dibawah lima tahun). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Simeulue. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Teori Risk and Crisis Communication Management pertama kali diusung oleh Matthew Seeger. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi petugas Puskesmas Teluk Dalam masih belum efektif dilakukan, masih terdapat kendala dalam melakukan penyampaian pesan kepada masyarakat Teluk Dalam dan harus diperhatikan agar bisa menjalankan komunikasi kesehatan dengan baik. Komunikasi yang satu arah, pengetahuan yang rendah, faktor ekonomi, serta hambatan budaya menjadi kendala yang dihadapi petugas Puskesmas Teluk Dalam dalam melakukan komunikasi kesehatan kepada masyarakat. Puskesmas Teluk Dalam perlu merencanakan dan memaksimalkan upaya untuk menjalankan komunikasi yang baik agar penyampaian informasi kesehatan menjadi efektif dan berjalan dengan lancar.&#13;
Kata Kunci : Komunikasi Kesehatan, Pencegahan, Stunting, Anak Balita&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HEALTH SERVICES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STUNTING</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135235</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 11:38:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 09:47:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>