<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135167">
 <titleInfo>
  <title>FENOMENA PELECEHAN SEKSUAL VERBAL TERHADAP PEREMPUAN DI PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>R. A. Alivia Yuningrum</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik	Sosiologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan semakin sering terjadi di masyarakat, baik dalam bentuk non-verbal maupun verbal. Pelecehan seksual memiliki potensi besar untuk terjadi saat ini, dan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di lingkungan pribadi maupun publik, termasuk di perguruan tinggi. Menurut survei yang dilakukan oleh tim Litbang MPI pada tahun 2021, terdapat beberapa kasus pelecehan seksual di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini sering diabaikan dan diberikan toleransi, membuat pelaku merasa aman untuk terus melakukannya. Kondisi ini sangat bertentangan dengan prinsip perguruan tinggi yang seharusnya menegakkan etika dan sopan santun tinggi, menjaga perilaku dan bahasa sehari-hari, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh civitas akademika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penulis menggunakan teori Feminisme Postmodern oleh Luce Irigaray. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa di Kota Banda Aceh, yang sering disebut sebagai kota yang melaksanakan syariat Islam, masih menghadapi masalah pelecehan seksual. Fenomena pelecehan seksual verbal masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa perilaku tersebut termasuk dalam kategori pelecehan seksual. Selain itu, budaya patriarki yang masih kuat di banyak masyarakat juga berperan dalam mengaburkan batas antara candaan dan pelecehan dianggap sepele. Penelitian yang dilakukan BEM USK di Universitas Syiah Kuala pada tahun 2023 mengungkapkan bahwa 54,6 persen kasus pelecehan seksual terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Pelecehan seksual verbal yang kerap terjadi dilingkungan kampus seperti; catcalling, KGBO, Body Shamming. Tanggapan korban terkait pelecehan seksual verbal yang dia terima korban merasa bahwasanya harga diri mereka direndahkan sebagai perempuan. &#13;
Kata Kunci	: Pelecehan Seksual verbal, Perguruan Tinggi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135167</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 09:02:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-07 09:04:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>