<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135149">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SISTEM PERPINDAHAN PANAS PADA KOLEKTOR PEMANAS AIR TENAGA SURYA DENGAN VARIASI JUMLAH BELOKAN PIPA PENUKAR KALOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Heru Kurniawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak Air panas didefinisikan secara termodinamika adalah air yang memiliki suhu yang &#13;
lebih tinggi dari pada suhu standart atau refrensi terntentu. Dalam kata lain, air &#13;
panas bisa juga diartikan sebagai air yang memiliki temperatur yang lebih tinggi &#13;
dibandingkan dengan temperatur tubuh manusia yaitu berkisar 37-100 ⁰C. &#13;
Kebutuhan air panas yang terus meningkat, salah satu pemanfaatan air panas yaitu&#13;
keperluan mandi dan terapi lansia, standar temperatur air panas untuk keperluan &#13;
mandi adalah 40-45 ºC. Salah satu perolehan alternatif air panas yaitu &#13;
memanfaatkan energi matahari dengan menggunakan alat solar water heater. &#13;
Penggunaan pemanas air tenaga surya terus berkembang sampai saat ini yang &#13;
bertujuan untuk penggunaan yang lebih optimal. Penelitian ini dilakukan untuk &#13;
menguji pengaruh jumlah belokan pipa pemanas terhadap perpindahan panas yang &#13;
terjadi pada pipa pemanas air tenaga surya berkapasitas 30 L dengan dimensi &#13;
kolektor 2,5 x 0,80 m². Adapun variasi yang dilakukan pada pipa pemanas adalah &#13;
dengan memvariasikan 12 meter pipa menjadi 3 variasi jumlah belokan, panjang &#13;
pipa antar belokan tajam yaitu (97,45,30) cm yang disusun secara horizontal dan &#13;
vertikal. Dari pengujian ini dengan intensitas radiasi matahari rata-rata 776-804&#13;
W/m², kolektor yang paling maksimal adalah dengan menggunakan pipa pemanas &#13;
variasi 22 belokan dengan Temperatur akhir 76,8 ºC, energi berguna 583,89 W, &#13;
efisiensi 24,77 % dan koefesien perpindahan panas konveksi rata-rata sebesar &#13;
122,297 W/m²K. Sedangkan dengan menggunkan kolektor pipa pemanas variasi 9 &#13;
belokan, yaitu tempeatur akhir 71,7 ºC, energi berguna 533,83 W, efisiensi &#13;
sebesar 21,1 %, dan koefisien perpindahan panas konveksi sebesar 87,09 W/m²K.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOLAR COLLECTORS</topic>
 </subject>
 <classification>621.472</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135149</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 02:09:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-21 10:54:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>