UNSUR-UNSUR MUSIKALITAS DAN BENTUK PENYAJIAN HIKAYAT CANGGUEK PONG DI PENTAS SAGOE BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UNSUR-UNSUR MUSIKALITAS DAN BENTUK PENYAJIAN HIKAYAT CANGGUEK PONG DI PENTAS SAGOE BANDA ACEH


Pengarang

Teuku Mirza - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0906102030011

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

839.63

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata Kunci: Unsur, musikalitas, bentuk penyajian, dan hikayat Cangguek Pong.

Penelitian ini berjudul “Unsur-unsur musikalitas dan bentuk penyajian hikayat Cangguek Pong di Pentas Sagoe Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur musikalitas hikayat Cangguek Pong dan bentuk penyajian hikayat Cangguek Pong di Pentas Sagoe Banda Aceh. Sumber data dan Lokasi dalam penelitian ini adalah pencipta hikayat Cangguek Pong sekaligus pendiri Pentas Sagoe yaitu M. Yusuf Bombang. Sumber data lainnya adalah seorang penghikayat yang juga merupakan akademisi yaitu T. A. Sakti. Selanjutnya dari kalangan musisi yang pernah berkolaborasi dengan M. Yusuf Bombang adalah Moritza Thaher, Hillman Rizqan, dan Yoppie Andrie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hikayat Cangguek Pong merupakan hasil dari penciptaan M. Yusuf Bombang pada tahun 2005, hikayat ini bertemakan sindiran kepada para koruptor yang ada di Aceh melalui perumpamaan dua ekor katak yang sedang berbincang. Unsur-unsur muskalitas yang terdapat pada hikayat ini meliputi melodi yang menggunakan tangga nada prigis, ritme 1/8 yang menyerupai pukulan Rapa’i, dinamik yang agak keras dan temponya yang dinamis, semakin lama semakin meningkat. Selanjutnya bentuk (form) dan struktur hikayat yang tidak lazim, yaitu dengan menggunakan pola A B A C D, instrumentasi yang digunakan pada hikayat ini adalah sebuah alat musik idiofon yang merupakan hasil kreasi M. Yusuf Bombang yang diberi nama “Gedombang” olehnya. Bentuk penyajian dalam hikayat Cangguek Pong ini terdiri dari syair yang berisi sindiran kepada para koruptor, pentas yang sering digunakan berbentuk prosenium, kostum yang digunakan adalah baju Aceh serta topi Newsboy Cap. Penyajian hikayat Cangguek Pong merupakan sebagai sarana hiburan dan juga memiliki saran yang mendidik bagi masyarakat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK