<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135061">
 <titleInfo>
  <title>UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR TANAMAN PADI LOKAL ACEH TERHADAP XANTHOMONAS ORYZAE PV. ORYZAE PENYEBAB RNPENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jihan Aura</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan penyakit utama pada tanaman padi. Kehilangan produksi padi di Indonesia akibat penyakit ini berkisar antara 15-80%. Bakteri Xoo dapat menyerang baik pada fase vegetatif maupun generatif. Salah satu metode pengendalian penyakit hawar daun &#13;
bakteri adalah dengan menggunakan varietas tahan. Saat ini, ada beberapa padi lokal Aceh telah diperbaiki secara genetik melalui pemuliaan hibridisasi dan mutasi, yang berpotensi dari segi karakter agronomi yang melebihi dari tetuanya. Adapun galur padi tersebut adalah padi Sigupai (UM69), Sigupai (UM18), Sambay Simeulue (US1) dan Sambay Simeulue (US2) yang merupakan padi hasil pemuliaan mutasi sinar gama dengan dosis 250 gy. Padi Tinggong (T.35.7.5.7.1), Tinggong (T.35.7.5.1.1), Sikuneng Bireuen (UB5) dan Sikuneng Bireuen (UB9) merupakan padi hasil persilangan dengan IRBB27. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan beberapa galur tanaman padi lokal Aceh terhadap penyakit hawar daun bakteri.Penelitian ini dilaksanakan di rumah semi kasa yang berlokasi di Desa Baet, Kabupaten Aceh Besar dan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mulai dari bulan Desember 2023 sampai Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non Faktorial dengan 9 perlakuan (8 galur padi lokal Aceh dan Varietas Ciherang sebagai pembanding). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 2 unit sehingga terdapat 54 unit perlakuan. Peubah yang diamati diantaranya masa inkubasi (hari), insidensi penyakit (%), keparahan penyakit (%), jumlah anakan per rumpun, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah berisi per malai (bulir) dan berat gabah per rumpun (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa inkubasi dan persentase insidensi penyakit hawar daun bakteri berkisar antara 4,33-5,66 hari dan  39,28-57,03%. Rata-rata jumlah anakan dan malai terbanyak terdapat pada padi Tinggong (T.35.7.5.7.1) sebanyak 21,5 batang dan 27,50 malai, sedangkan terendah pada Sigupai (UM18) 5,00 batang dan 6,5 malai. Rata-rata jumlah gabah berisi per malai tertinggi terdapat pada padi Sambay Simeulue (US1) yaitu 206,49 bulir dan jumlah gabah berisi paling sedikit yaitu Sigupai (UM18) 100,41 bulir. Berat gabah per rumpun terberat dijumpai pada galur Sambay Simeulue (US1) yaitu seberat 75,92 g dan terendah padaSigupai (UM18) yaitu 21,16 g. Persentase keparahan penyakit tertinggi terdapat pada galur padi Sigupai (UM69) (47,37%) dan terendah pada Sambay Simeulue (US2) (26,25%). Padi lokal Aceh yang menunjukkan reaksi ketahanankategori agak tahan yaitu Sambay Simeulue (US2), Tinggong (T.35.7.5.1.1) dan Sambay Simeulue (US1), sedangkan padi yang termasuk kategori ketahanan agak rentan terhadap penyakit hawar bakteri yaitu Sikuneng Bireuen (UB9), Sikuneng Bireuen (UB5), Varietas Ciherang (pembanding), Tinggong (T.35.7.5.7.1), Sigupai (UM18) dan Sigupai (UM69).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135061</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 21:08:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 16:36:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>