<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135055">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI CAMPURAN EKSTRAK DAUN BINTARO DAN DAUN SIRIH HUTAN SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI TERHADAP SPODOPTERA FRUGIPERDA DI LABORATORIUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ELLA YULIANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Spodoptera frugiperda (Lepidoptera;Noctuidae) merupakan hama invasif yang berasal dari benua Amerika dan sudah menyebar di berbagai negara. Hama ini bersifat polifag karena dapat menyerang berbagai jenis tanaman seperti famili tanaman. Namun, serangga ini menjadi hama utama pada tanaman jagung famili Poaceae. Larva S. frugiperda merusak tanaman jagung mulai dari fase vegetatif hingga fase generatif. Bintaro (Cerbera odollam) merupakan tanaman dari famili Apocynaceae dan daun sirih hutan (Piper aduncum) merupakan tumbuhan dari famili Piperaceae. Kedua tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati karena mengandung senyawa metabolit sekuder yang berpotensi sebagai insektisida, fungisida, bakterisida, repellent, antifeedant, oviposisi dan dapat menghambat perkembangan hidup serangga. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi campuran ekstrak daun bintaro dan daun sirih hutan sebagai insektisida nabati terhadap S. frugiperda dilaboratorium.&#13;
	Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan dan Laboratorium Analisis Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, sejak bulan November 2023 sampai Juni 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non Faktorial yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dengan konsentrasi 0, 10g ekstrak daun bintaro (B), 10g ekstrak daun sirih hutan (SH), 5g B + 5g SH, 7,5g B + 2,5g SH, dan  2,5g B,+ 7,5g SH dengan masing-masing 4 ulangan, sehingga terdapat 24 percobaan. Peubah yang diamati meliputi daya repellent, mortalitas, antifeedant, persentase pupa terbentuk dan persentase imago yang muncul.&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran ekstrak daun bintaro dan daun sirih hutan berpengaruh nyata terhadap daya repellent larva S. frugiperda. Rata-rata daya repellent larva S. frugiperda berbeda tidak nyata antara perlakuan 10g bintaro (P1) dengan 7,5g B + 2,5g SH (P4), namun berbeda nyata dengan 2,5g B + 7,5g SH (P5), 10g SH (P2), dan 5g B + 5g SH (P3). Selanjutnya campuran ekstrak daun bintaro dan daun sirih hutan berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas S. frugiperda. Rata-rata mortalitas S. frugiperda terdapat perlakuan yang berbeda nyata baik pada pengamatan 3,4,5,6 dan 7 HSA.  Persentase antifeedant berpengaruh nyata terhadap S. frugiperda, aplikasi campuran ekstrak daun bintaro dan daun sirih hutan tidak berbeda nyata antara 10g B (P1) dengan 7,5g SH (P4), namun berbeda nyata dengan 10g SH (P2) dan 2,5g B + 7,5g SH (P5). Perlakuan 5g B + 5g SH (P3) berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Rata-rata persentase pupa terbentuk pada perlakuan 5g B + 5g SH(P3) tidak berbeda nyata dengan 10g SH(P2), namun berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Kemudian rata-rata persentase imago yang muncul pada perlakuan 10g SH(P2) tidak berbeda nyata dengan perlakuan 2,5g B + 7,5g SH (P5), namun berbeda nyata dengan perlakuan 10g B (P1), 5g B + 5g SH (P3), dan 7,5g B + 2,5g SH (P4). Campuran ekstrak daun bintaro dan daun sirih hutan dengan konsentrasi 5g bintaro + 5g sirih hutan, dan perlakuan tunggal dengan konsentrasi 10g sirih hutan berpengaruh terhadap daya repellent terhadap larva Spodoptera frugiperda. Campuran ekstrak nabati dengan konsentrasi 5g bintaro + 5g sirih hutan berpotensi terhadap mortalitas larva S.podoptera frugiperda karena mampu mematikan larva mencapai 80% pada 7 hari setelah aplikasi (HSA). Campuran ekstrak daun bintaro dan daun sirih hutan dengan konsentrasi 2,5g bintaro + 7,5g sirih hutan dapat menghambat kemunculan imago S. frugiperda.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135055</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 20:57:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 16:08:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>