<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135027">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN SEMUT PADA PERKEBUNAN KAKAO DENGAN SANITASI YANG BERBEDA DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LUTFIA MAULISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Proteksi Tanaman</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang  berperan penting sebagai penambah pendapatan negara dan sebagai  bahan konsumsi  dalam negeri. Aceh merupakan salah satu provinsi yang menyumbang produksi kakao di Indonesia, pada Tahun 2022 luas tanaman kakao mencapai 96.603 ha dengan tingkat produksi 38.377 ton. Budidaya kakao tidak lepas dari peranan serangga yang ada disekitarnya, salah satunya adalah semut. Semut memiliki fungsi yang esensial pada ekosistem perkebunan. Dalam teknik budidaya kakao, sanitasi merupakan bagian dari aktivitas penting dalam pemeliharaan tanaman untuk menciptakan kondisi fisik lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman. Sanitasi lahan berpengaruh terhadap keanekaragaman serangga, salah satunya semut yang berada pada tanaman kakao yang dapat dimanfaatkan sebagai musuh alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman semut pada perkebunan kakao dengan sanitasi yang berbeda di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar.&#13;
Penelitian ini dilakukan pada dua lahan perkebunan kakao di Desa Saree Aceh Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar, yang terdiri dalam dua kategori kebun kakao yang bersih dan kotor. Pada masing-masing lahan dibuat 5 plot pengamatan dengan luas 20 x 20 m^2. Dalam satu plot pengamatan dipilih 10 tanaman sampel. Pengambilan sampel semut arboreal dilakukan dengan menggunakan umpan larutan gula yang diletakkan pada pohon kakao dengan ketinggian rata-rata 1 meter. Pengambilan semut terestrial dilakukan dengan menggunakan perangkap Pitfall trap yang diisi dengan larutan deterjen sebanyak 100 ml (terdiri dari 100 ml air + 4 g deterjen + 4 g garam). Pengamatan sampel semut diambil menggunakan kuas dan dimasukkakan ke dalam botol sampel berisi alkohol yang dilakukan di Laboratorium Pengendalian Hayati.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelimpahan semut pada kebun bersih dan kotor menunjukkan perbedaan yang sangat nyata. Kebun kakao kotor ditemukan 19 spesies semut dengan jumlah semut 2.513 individu sedangkan pada kebun kakao bersih ditemukan 17 spesies semut dari 4.172 individu semut. Semut yang ditemukan pada kedua kebun setelah diidentifikasi terdiri dari 6 subfamili, 19 genus dan 20 morfospesies. Kelimpahan dan keanekaragaman semut lebih tinggi pada kebun kakao yang kotor dibandingkan dengan kebun kakao yang bersih. Spesies semut yang paling banyak ditemukan pada kedua lokasi penelitian yaitu dari spesies Dolichoderus sp. sebanyak 2.590 individu dan spesies semut yang paling sedikit ditemukan yaitu Aphaenogaster sp. sebanyak 5 individu. Keanekaragaman semut yang relatif tinggi pada perkebunan kakao kotor diduga dipengaruhi oleh kondisi kebun yang tidak dilakukan sanitasi sehingga terdapat banyak tumbuhan liar, vegetasi yang beragam dan tumpukan serasah yang menjadi habitat serta sebagai tempat mencari makan bagi semut. Berdasarkan penelitian ini, keanekaragaman spesies semut lebih rendah pada kondisi perkebunan kakao yang dilakukan sanitasi sedangkan kondisi kebun kakao yang tidak dilakukan sanitasi tingkat keanekaragaman spesies semut lebih tinggi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CACAO - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SANITATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANTS - CULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>638.579 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135027</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 19:12:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 15:33:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>