<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135017">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LOKASI GALL TERHADAP KELIMPAHAN TAWON ARA POLINATOR DAN NON-POLINATOR YANG BERKEMBANG RNDALAM BUAH ARA DIOECIOUS FICUS HISPIDA L.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amalia Husna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tumbuhan fikus atau pohon ara (Ficus spp.) yang termasuk ke dalam Famili Moraceae mampu berbuah sepanjang tahun dan merupakan pohon penyokong ketersediaan pakan bagi satwa. Tumbuhan ini dapat menjaga siklus air dan mencegah erosi. Pohon ara juga banyak digunakan sebagai peneduh jalan (pelindung) karena tajuknya yang rapat dan lebar. Genus pohon ara mempunyai ciri khas pada sistem pembungaan yang unik dalam sistem tertutup yang disebut sikonium dan sekaligus merupakan buah fikus (buah ara). Penyerbukan di dalam sikonium hanya dapat dilakukan oleh serangga kecil yang dikenal sebagai tawon ara. Spesies pohon ara dioecious Ficus hispida hanya diserbuki oleh tawon ara polinator dari Famili Agaonidae, Ordo Hymenoptera. Selain itu, juga terdapat tawon non-polinator yang berkembang dalam sikonium yang sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lokasi gall (bagian atas, tengah, dan bawah) terhadap kelimpahan tawon ara polinator dan non-polinator yang berkembang di dalam sikonium F. hispida.&#13;
	Pengambilan sampel buah ara F. hispida dilakukan di Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan sampel buah ara fase C akhir dari 10 pohon F. hispida jantan. Sampel buah ara dibawa ke Laboratorium Pengendalian Hayati Fakultas Pertanian USK untuk dilakukan pengamatan lanjutan. Buah dibelah menjadi 2 potongan, setiap potongan dibagi tiga bagian (atas, tengah dan bawah). Pada setiap bagian buah ara kemudian dilakukan identifikasi dan dihitung kelimpahan individu masing-masing spesies tawon ara yang dijumpai, baik tawon polinator maupun non-polinator. Identifikasi tawon ara dilakukan secara morfologis merujuk pada penelitian sebelumnya. &#13;
Hasil penelitian diketahui spesies tawon ara polinator pada buah ara F. hispida adalah Ceratosolen solmsi marchali (Hymenoptera; Agaonidae). Selain itu, juga terdapat 3 spesies tawon ara non polinator yaitu Apocrypta bakeri, Philotrypesis pilosa, dan Philotrypesis sp. Lokasi gall (atas, tengah, dan bawah) berpengaruh sangat nyata terhadap kelimpahan total tawon ara polinator {F(2,237) = 198,71, P &lt; 0,0001}, kelimpahan tawon ara polinator betina {F(2,237) = 215,99, P &lt; 0,0001}, dan kelimpahan tawon ara polinator jantan {F(2,237) = 52,44, P &lt; 0,0001}. Kelimpahan total spesies tawon ara polinator C. solmsi marchali pada bagian tengah (376,23 ± 6,64) lebih tinggi secara nyata dibandingkan pada bagian atas (225,75 ± 5,53) dan bawah (244,18 ± 5,20) buah ara F. hispida. Lokasi gall dalam sikonium berpengaruh sangat nyata terhadap kelimpahan spesies tawon ara non-polinator A. bakeri {F(2,237) = 20,16, P &lt; 0,0001}, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelimpahan spesies P. pilosa {F(2,237) = 1,18, P = 0,31} dan Philotrypesis sp. {F(2,237) = 1,19, P = 0,31} pada setiap bagian buah ara F. hispida. Kelimpahan spesies tawon ara non-polinator A. bakeri pada bagian atas (17,13 ± 1,83) lebih tinggi secara nyata dibandingkan bagian tengah (10,3 ± 1,28) dan bawah (4,78 ± 0,83). &#13;
Tingginya kelimpahan tawon ara polinator pada bagian tengah buah ara karena jumlah bunga betina yang juga lebih banyak pada sikonium. Tawon ara yang berkembang di bagian tengah mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk berkopulasi dan menghasilkan lebih banyak keturunan baru (F1). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135017</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 18:19:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 15:39:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>