<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="135013">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KERAGAMAN VEGETASI TERHADAP TINGKAT PARASITISASI PARASITOID PADA HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI) DI PERKEBUNAN KOPI ARABIKA KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. FAHIM ASSIDQI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu daerah penghasil kopi arabika utama di Indonesia dengan produktivitas 813 kg/ha pada tahun 2021. Produktivitas ini masih rendah dibandingkan dengan potensinya yang mampu mencapai 2.000 kg/ha. Kendala utama dalam budidaya kopi saat ini adalah serangga hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei). Pengendalian PBKo dapat dilakukan dengan memanfaatkan agen pengendali hayati khususnya parasitoid. Parasitoid adalah serangga yang sebagian besar siklus hidupnya bergantung pada organisme inang yang akhirnya membunuh inang dalam proses tersebut. Kehadiran serangga parasitoid dapat dipengaruhi oleh adanya berbagai vegetasi di perkebunan kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keragaman vegetasi terhadap tingkat parasitisasi parasitoid pada hama PBKo di perkebunan kopi arabika Kabupaten Aceh Tengah.&#13;
Penelitian ini	dilaksanakan di Desa Daling, Kecamatan Bebesen dan Desa Atang Jungket, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Perkebunan kopi arabika organik yang dijadikan sebagai tempat penelitian memiliki ketinggian 1000-1100 mdpl dengan luas ±1 ha. Luas plot sampel penelitian seluas 35m x 35m pada permukaan tanah yang datar. Lokasi penelitian dibagi menjadi dua kategori yaitu vegetasi “Sederhana” dan “Beragam” berdasarkan jumlah spesies vegetasi. Setiap perkebunan kopi dipilih 30 tanaman sampel yang ditentukan secara zig-zag sehingga diperoleh 60 tanaman sampel secara keseluruhan. Buah kopi diambil sebanyak 15 buah kopi yang terserang hama PBKo pada setiap tanaman sampel. Buah kopi yang telah diambil dipisahkan setiap buahnya ke dalam botol spesimen. Buah kopi lalu ditunggu selama 6 minggu hingga diduga parasitoid telah keluar seluruhnya. Parasitoid yang telah keluar dimasukkan kedalam microtube yang berisi alkohol 70%. Pembelahan buah kopi dan identifikasi spesies parasitoid dilaksanakan di Laboratorium Pengendalian Hayati, Fakultas Pertanian - Universitas Syiah Kuala. Pengamatan dilakukan terhadap (i) tingkat parasitisasi parasitoid terhadap hama PBKo,      (ii) kelimpahan parasitoid, (iii) komposisi spesies parasitoid. &#13;
Dari hasil pengamatan diketahui bahwa vegetasi yang ditemukan pada kategori vegetasi sederhana adalah lamtoro, jeruk manis, terong belanda. Sedangkan pada kategori vegetasi beragam dijumpai lamtoro, rambutan, jeruk manis, cabai, kesemek, kunyit, alpukat, babadotan, jeruk nipis, sawo, terong belanda, durian, gamal, pisang, mangga. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat parasitisasi parasitoid pada kategori vegetasi beragam lebih tinggi secara nyata daripada kategori vegetasi sederhana yaitu 6,89% dan 1,34%. Kelimpahan parasitoid pada perkebunan kopi vegetasi beragam lebih tinggi secara  nyata dibandingkan perkebunan kopi vegetasi sederhana yaitu sebesar1,43 per individu dan 0,20 per individu. Komposisi parasitoid yang diperoleh pada perkebunan kopi vegetasi sederhana terdiri dari 1 morfospesies yaitu Braconidae 1. Sedangkan pada kategori vegetasi beragam terdapat 2 morfospesies yang terdiri dari Braconidae 1 dan Braconidae 2. Diduga vegetasi beragam dapat menjadi mikrohabitat bagi imago parasitoid dan beberapa vegetasi juga merupakan sumber pakan dan tempat berlindung bagi imago parasitoid. &#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah vegetasi berpengaruh terhadap tingkat parasitisasi parasitoid  pada Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei) di perkebunan kopi arabika Kabupaten Aceh Tengah dimana parasitisasi lebih tinggi pada kategori vegetasi beragam dari pada kategori vegetasi sederhana.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>135013</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 18:13:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 15:21:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>