Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PEMBUATAN MIE BERBAHAN BAKU PASTA KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.)
Pengarang
Muhammad Yusuf Simatupang - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0505105010014
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010
Bahasa
Indonesia
No Classification
664.755
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Mie merupakan salah satu makanan yang telah lama dikenal masyarakat luas khususnya
di Asia Timur dan Asia Tenggara. Mie pertama kali dibuat di daratan Cina sekitar 2000 tahun
yang lalu pada masa pemerintahan dinasti Han. Dari Cina, mie berkembang dan menyebar ke
Jepang, Korea, Taiwan dan negara-negara di Asia Tenggara bahkan meluas sampai ke Benua
Eropa. Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tumbuhan berumbi yang kaya karbohidrat.
Kentang dapat diolah menjadi produk seperti roti, mie, dan tepung. Kentang merupakan tanaman
dikotil tahunan berumur pendek yang biasanya ditanam sebagai tanaman setahun untuk diambil
umbinya yang dapat dikonsumsi. Kualitas kentang yang terbaik untuk dimasak dan diproses
adalah pada saat baru dipanen. Dari berbagai penelitian kualitas kentang dipengaruhi oleh tempat
tumbuhnya. Kentang merupakan salah satu produk unggulan di Aceh, kentang hanya dapat
ditanam di area dengan daratan tinggi sekitar 800 m di alas permukaan laut. Di propinsi Aceh,
kentang biasanya dijumpai di daerah Aceh Tengah. Varietas yang ditanam ialah Granola,
varietas Granola sendiri berasal dari Belanda yang dilepas pada tahun 1975.
Pada pembuatan mie basah kentang diubah menjadi pasta. Ini karena untuk memudahkan
pencampuran adonan sehingga dapat menjadi homogen. Pasta kentang yang ada selama ini
belum termanfaatkan secara maksimal sehingga perlu dilakukan penambahan tepung terigu dan
pasta kentang dalam pembuatan mie basah. Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan
dapat mengurangi penggunaan tepung terigu pada pembuatan mie pada umumnya.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi tepung terigu dengan pasta
kentang (K) terdiri dari tempat taraf yaitu: P, = 85%:15%, P,= 90%:10%, P, = 95%.5%, dan
P,= 100%:0%. Faktor II adalah lama perlakuan kentang (K) yang terdiri dari dua taraf yaituK;=
Perebusan, K = Pengukusan. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, rendemen,
kadar protein, sifat putus dan uji organoleptik (rasa, aroma dan warna).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tepung terigu dengan pasta kentang (P)
berpengaruh sangat nyata (P< 0,0l) terhadap rendemen, dan indeks putus mie basah yang
dihasilkan. Konsentrasi tepung terigu dengan pasta kentang (P) berpengaruh sangat nyata (PS
0,05) terhadap kadar protein, kadar air dan kadar abu. Perbedaan perlakuan kcntang dengan cara
perebusan dan pengukusan mempengaruhi jumlah rendemen mie basah yang dihasilkan (PS
0,01). Perlakuan terbaik mie basah pada kosentrasi tepung terigu dengan pas ta kentang
(90%:10%) dan perlakuan kentang (pengukusan) diperoleh menggunakan metode rangking
dengan karakteristik sebagai berikut: rendemen 178,67 %, kadar air 45,46%, kadar protein 4,78
%, kadar abu 0,35 %, persentase mie putus 16,87%, uji organoleptik meliputi: warna 3,37
(netral), aroma 3,40 (netral) dan rasa 3,39 (netral).
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN PEMBUATAN MIE BERBAHAN BAKU PASTA KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) (Muhammad Yusuf Simatupang, 2024)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TAUGE PADA MEDIA MS MODIFIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L. CV GRANOLA) SECARA IN VITRO (Liza Fadhillah, 2015)
DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP COOKIES TEPUNG KULIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) (SEKAR BALKIS, 2019)
PRODUKSI TUNAS MIKRO PADA KENTANG KULTIVAR GRANOLA (SOLANUM TUBEROSUM L. CV GRANOLA) SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN MEDIA BUATAN (GROWMORE) SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DENGAN PENAMBAHAN GA3 (Putri Rahmi, 2014)
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN KULTUR JARINGAN TANAMAN KENTANG(SOLANUM TUBEROSUM L.) (Fatmawati Saifuddin, 2015)