<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134923">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUHU PENGERINGAN TEMPE  KEDELAI DAN LAMA PEMASAKAN DALAM PEMBUATAN KECAP MANIS DARI AIR KELAPA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chairil Anwar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada umumnya air kelapa dari kelapa yang sudah tua di daerah Nanggroe&#13;
Aceh Darussalam (NAD) hanya dimanfaatkan untuk pembuatan nata de coco.&#13;
Namun demikian industri ini tidak begitu banyak dijumpai di daerah NAD karena&#13;
ketersediaan starter yang terbatas. Untuk mengatasi agar limbah air kelapa tidak&#13;
terbuang begitu saja, maka sebagai alternatif produk olahan lain adalah pembuatan&#13;
kecap air kelapa. Kecap merupakan salah satu hasil olahan kedelai yang berbentuk&#13;
cairan kental, berwarna coklat kehitaman, dan mempunyai rasa gurih. Kecap banyak&#13;
dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan penyedap masakan, bumbu untuk&#13;
masakan tertentu, serta kadang-kadang langsung dimakan bersama nasi.&#13;
Keuntungan pembuatan kecap dari air kelapa antara lain prosesnya lebih&#13;
cepat dan lebih mudah daripada pembuatan kecap dari kedelai. Pembuatan kecap di&#13;
Indonesia kebanyakan dilakukan secara tradisional yaitu dengan fermentasi oleh&#13;
kapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui serta mempelajari&#13;
pengaruh suhu pengeringan tempe kedelai dan lama pemasakan terhadap mutu kecap&#13;
air kelapa. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3x3&#13;
yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor pertama yaitu suhu pengeringan tempe kedelai&#13;
(T) yang terdiri atas 3 (tiga) taraf, yaitu T1 = 55C, T2 = 65C, dan T3 = 75C.&#13;
Faktor kedua yaitu lama pemasakan (P), yang terdiri atas (tiga) taraf yaitu PI&#13;
= 30 menit, P2  1.5 jam. Parameter yang diamati dan dianalisis meliputi&#13;
nilai pll, kadar protein, kadar air, kadar gula, viskositas (kekentalan), dan uji&#13;
organoleptik.  =  I jam, dan P3  = Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor suhu&#13;
 pengeringan tempe kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein. kadar air, kadar gula, dan nilai&#13;
viskositas, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap nilai pH, nilai organoleptik warna,&#13;
nilai organoleptik rasa. dan nilai organoleptik aroma. Peningkatan suhu pengeringan&#13;
tempe kedelai mengakibatkan kadar protein dan kadar gula kecap air kelapa semakin&#13;
menurun sedangkan kadar air, nilai viskositas (kekentalan) kecap air kelapa&#13;
mengalami peningkatan seiring dengan semakin meningkatnya suhu pengeringan&#13;
tempe kedelai. Faktor lama pemasakan berpengaruh sangat nyata pada hampir semua&#13;
parameter, kecuali pada nilai pH dan nilai organopletik rasa yang berpengaruh tidak&#13;
nyata. Semakin lama pemasakan mengakibatkan kadar protein, kadar gula, nilai&#13;
viskositas (kekentalan), nilai organoleptik warna dan aroma kecap air kelapa semakin&#13;
meningkat sedangkan kadar air kecap air kelapa cenderung menurun seiring dengan&#13;
semakin lamanya pemasakan. Interaksi antara suhu pengeringan tempe kedelai dan&#13;
lama pemasakan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein, kadar air, kadar&#13;
gula, dan nilai viskositas dan berpengaruh tidak nyata terhadap nilai pH, nilai&#13;
organoleptik warna, nilai organoleptik rasa, dan nilai organoleptik aroma.&#13;
Kecap air kelapa dengan perlakuan suhu pengeringan tempe kedelai 75€ dan&#13;
lama pemasakan &#13;
I,5 jam mempunyai kualitas organoleptik terbaik dengan &#13;
karakteristik produk nilai pH 4.74, kadar protein 2.95%, kadar air 43.38%, kadar gula &#13;
55.71%, nilai viskositas (kekentalan) 3.056 gr/cm det, nilai organoleptik warna 4.04 &#13;
(suka), nilai organoleptik rasa 3.11 (agak suka), dan nilai organoleptik aroma 4.1l &#13;
(suka).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134923</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 15:13:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 15:13:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>