<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134849">
 <titleInfo>
  <title>PERENCANAAN  STRUKTUR  BAGIAN ATAS GEDUNG APARTEMEN BERLANTAI  SEPULUH  DENGAN  MENGGUNAKAN SOFTWARE SAP2000</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hambali</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bencana tsunami yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam telah menghancurkan  banyak kawasan penduduk. Solusi yang diberikan untuk memperoleh bangunan  gedung yang efisien dengan lahan yang terbatas ialah dengan merencanakan gedung  apartemen berlantai sepuluh. Behan yang diperhitungkan dalam perencanaan gedung ini ialah beban tetap (beban hidup dan beban mati) dan beban tidak tetap atau  sementara (beban angin dan beban gempa). Beban hidup, beban mati dan beban angin  dihitung berdasarkan perhitungan Peraturan Pembebanan Indonesia 1987,  beban  gempa dihitung berdasarkan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk  Bangunan Gedung 2003. Mutu  &#13;
 beton untuk struktural utama digunakan f' 35 MPa  (350 kg/cm) sedangkan untuk pelat lantai dan pelat dak digunakan mutu beton  f'20 MPa (200 kg/cm), tegangan leleh baja (/) adalah 320 MPa (3200 kg/cm')  modulus elastisitas beton (E) adalah 27805 MPa (278050 kg/cm) dan modulus  elastisitas baja (E) adalah 200.000 MPa (2000.000 kg/cm) Analisis struktur  dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga dalam program SAP2000 Non Linier versi 7.42&#13;
Tujuan akhir dari penul isan ini ialah untuk mendapatkan ukuran struktural yang  proposional, ekonomis secara dimensi dan dapat mengantisipasi terhadap beban yang  tidak dapat diprediksi dalam waktu tertentu seperti beban gempa&#13;
Model sistim bangunan struktural bangunan apartemen ini berbentuk tabung. Pada sistim ini pada sisi luar bangunan diperkuat dengan memperbesar ukuran kolom dan balok dan memperkecil bagian inti bangunan. Tinggi kolom 400cm dan  panjang bentang balok 720cm dan 360cm. Kolom terbesar terletak pada lantai satu sampai dengan empat dengan ukuran  90cm x 90cm dengan jumlah tulangan 12D32mm. Pada  balok ukuran 36cm x 72cm dengan jumlah tulangan 13D22mm  &#13;
 merupakan balok terbesar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134849</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 13:45:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 13:45:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>