IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN DAN AKTA KEMATIAN TERINTEGRASI DANA DESA OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN DAN AKTA KEMATIAN TERINTEGRASI DANA DESA OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ACEH BARAT


Pengarang

TAUFIK SYAH PUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Helmi - 198804272023211018 - Dosen Pembimbing I
Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1910104010074

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Akta kelahiran dan akta kematian ialah salah satu jenis peristiwa penting kependudukan yang merupakan bagian dari pencatatan sipil yang terikat dengan hak sipil warga Negara Indonesia. Kepemilikan dokumen kependudukan menjadi sebuah permasalahan bagi Kabupaten Aceh Barat khususnya di Kecamatan Meureubo, hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen akta kematian dan akta kelahiran. Implementasi program pembuatan akta kelahiran dan akta kematian terintegrasi dana desa oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Barat bertujuan agar masyarakat memahami pentingnya mekanisme pembuatan akta agar terciptanya ketertiban administrasi kependudukan dan hak warga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pembuatan akta kelahiran dan akta kematian terintegrasi dana desa (Aklamasi dansa) dan hambatan yang dihadapi oleh petugas registrasi gampong (PRG) dalam meningkatkan kepemilikan akta kelahiran dan akta kematian di Disdukcapil Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, analisis data penelitian menggunakan teori implementasi kebijakan publik oleh George C. Edward melalui tiga tahap kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih minimnya kesadaran masyarakat dalam memahami pentingnya mekanisme pembuatan akta kelahiran dan akta kematian. Di samping itu tantangan yang dihadapi oleh Petugas Registrasi Gampong (PRG) yaitu kurangnya jumlah petugas dan mayoritas masyarakat yang cenderung ingin mempercepat pengurusan akta kelahiran dan kematian, tetapi petugas memiliki kesibukan pekerjaan lain sehingga tidak dapat menyelesaikan permintaan masyarakat. Dengan demikian diperlukan bimbingan, inspirasi, dan pendampingan kepada petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Barat untuk meningkatkan pelayanan pembuatan akta kelahiran dan akta kematian sehingga dapat meningkatkan kesadaran kepada masyarakat secara efektif. Akan tetapi hal tersebut tidak selalu berjalan dengan lancar, dimana permasalahan pembuatan dokumen kependudukan ini akan selalu menjadi tantangan yang harus diatasi dan diawasi lebih lanjut oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Barat.
Kata kunci: Implementasi, Program, Akta Kelahiran, Akta Kematian

Birth certificates and death certificates are one type of important population event that is part of civil registration which is tied to the civil rights of Indonesian citizens. Ownership of population documents is a problem for West Aceh District, especially in Meureubo Sub-district, due to the lack of public awareness of the importance of death certificates and birth certificates. The implementation of the birth certificate and death certificate program integrated with village funds by the Population and Civil Registration Office of West Aceh District aims to make the community understand the importance of the deed-making mechanism in order to create order in population administration and citizens' rights. This study aims to determine the implementation of the birth certificate and death certificate program integrated with village funds (Aklamasi dansa) and the obstacles faced by village registration officers (PRGs) in increasing ownership of birth certificates and death certificates at the Disdukcapil of West Aceh District. This research uses descriptive qualitative research, analyzing research data using the theory of public policy implementation by George C. Edward through three stages of activity, namely redaction. Edward through three stages of activity, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that there is still a lack of public awareness in understanding the importance of the mechanism for making birth and death certificates. In addition, the challenges faced by the Village Registration Officers (PRG) are the lack of officers and the majority of people who tend to want to speed up the processing of birth and death certificates, but officers have other busy jobs so they cannot complete community requests. Thus, guidance, inspiration, and mentoring are needed for officers of the Population and Civil Registration Office of West Aceh District to improve services for making birth and death certificates so as to increase awareness to the community effectively. However, this does not always go smoothly, where the problem of making population documents will always be a challenge that must be overcome and further monitored by the Population and Civil Registration Office of West Aceh District. Keywords : Implementation, Program, Birth Certificate, Death Certificate.

Citation



    SERVICES DESK