<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134791">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KONFLIK SOSIAL DALAM TEKS LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Balqisa Olistia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP - Pendidikan Bahasa  Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Balqisa Olistia. (2024). Analisis konflik Sosial dalam Teks Legenda dan Mitos Asal Usul Penamaan Pulau Sabang. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Armia, S.Pd., M.Hum. dan Herman R, S.Pd., M.Pd.&#13;
&#13;
Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk konflik sosial dalam legenda pulau Weh Sabang dan penyelesaian konflik yang dilakukan untuk mengakhiri konflik antara kedua belah pihak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari blog Koetaradja, dengan menggunakan kalimat-kalimat yang terkandung dalam Teks Legenda dan Mitos Asal Usul Penamaan Pulau Sabang yang ditulis ulang oleh Tengku Puteh pada tahun 2020 sebagai data penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik sosial terjadi karena faktor (1) perilaku pihak terlibat, (2) tujuan yang ingin dicapai (3) alokasi sumber daya. Bentuk konflik yang terjadi dalam legenda ini (1) konflik antarinduvidu, (2) konflik antarkelompok, (3) konflik antarstatus dan peran sosial. Penyelesaian konflik dalam legenda ini dilakukan dengan metode attack atau serangan. Dengan demikian, legenda pulau Weh Sabang menyajikan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk konflik dan penyelesaian konflik yang dituangkan dalam karya tulis berbasis kearifan lokal. Penelitian ini sekaligus menjadi dokumen yang memperkuat wujud salah satu warisan budaya.&#13;
&#13;
&#13;
	&#13;
Kata kunci: 	konflik sosial, Resolusi, Legenda, Pulau Weh Sabang.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134791</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 12:12:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 10:43:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>