Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI BORAKS PADA LONTONG YANG DIJUAL DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Bunga Amanda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1006104010060
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
533.633
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci: Identifikasi, Boraks, Lontong
Boraks merupakan garam Natrium tetraborat (Na2B4O7) yang banyak digunakan dalam industri nonpangan. Boraks berbentuk padat, jika terlarut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering disalah gunakan dalam industri pangan seperti bakso, kerupuk, lontong, dan sebagainya. Dibeberapa daerah tertentu boraks dikenal dengan nama garam bleng, bleng, atau pijer. Boraks mempunyai nama lain Sodium Borate, Borax Decahydrate, Sodium Biborate Decahydrate, Disodium Tetraborate Decahydrate, Sodium Pyroborate Decahydrate, Sodium Tetraborate Decahydrate, Boron Sodium Oxide, Fused Borax. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kandungan boraks pada lontong yang dijual di wilayah Kota Banda Aceh dan untuk mengetahui masa simpan lontong. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Identifikasi boraks pada lontong dilakukan di laboratorium Kimia FKIP Unsyiah, dengan menggunakan eksperimen. Lontong yang diidentifikasi dalam penelitian ini diperoleh dari tiga titik/kawasan pasar Kota Banda Aceh yaitu Pasar Peunayong, Pasar Setui, dan Pasar Ulee Kareng. Dari penelitian identifikasi boraks pada lontong yang telah dilakukan di laboratorium dari sembilan sampel lontong yang diidentifikasi menghasilkan, 4 sampel lontong (B, D, E, dan F) teridentifikasi positif mengandung boraks yang beredar diwilayah/kawasan pasar Peunayong dan 5 sampel lontong (A, C, G, H, dan I) negatif mengandung boraks. Hasil pengamatan masa simpan pada lontong yang dilakukan selama lima hari, sampel A, C, G, H, dan I mulai terjadi perubahan pada hari kedua. Sampel B dan D mulai berubah pada hari keempat, sampel E bertahan hingga hari ketiga, sementara sampel F tidak mengalami perubahan apapun dari hari pertama sampai dengan hari kelima.
Tidak Tersedia Deskripsi
KANDUNGAN BORAKS PADA JAJANAN BAKSO DI SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (Lia Maharani, 2015)
PENGARUH CITRA MEREK TERHADAP PEMBELIAN RICE COOKER MEREK YONGMA DI KOTA BANDA ACEH (Cut Diah Isriana, 2024)
PENGGUNAAN EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA) SEBAGAI PENENTUAN KADAR BORAKS DALAM MIE YANG BEREDAR DI PASAR PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH. (Dessy Ana Maulani, 2015)
DETEKSI CEMARAN BORAKS, FORMALIN, ANALISIS PROKSIMAT SERTA PERSEPSI PEMBELI DAN PEDAGANG BAKSO YANG BERADA DI KOTA LHOKSEUMAWE (Juni Mirzal, 2016)
KAJIANPENGGUNAAN BORAKS DAN FORMALIN PADA PRODUSEN MI BASAH DI KOTA BANDA ACEH DAN ACEH BESAR (Teuku Muchlis MZ, 2016)