<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134763">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KEKERINGAN, ELISITOR DAN ECO ENZYME TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM BRAZIL (ALTERNANTHERA SISSOO)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadila Ulfa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak: Bayam Brazil merupakan pangan fungsional yang dapat memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin penting untuk hidup sehat dan produktif. Peningkatan pertumbuhan dan hasil bayam Brazil dapat dilakukan dengan aplikasi elisitor dan eco enzyme serta pengaturan penyiraman. Hal ini untuk menjaga produktifitas bayam Brazil sebagai sayuran yang dapat dipanen setiap hari. Elisitor dapat berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh, pestisida yang ramah lingkungan. Penyemprotan eco enzyme dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan hara, sebagai pestisida dan mengatur pH. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial split plot 3 x 2 x 2 dengan 3 ulangan. Faktor pertama (kekeringan) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf: penyiraman setiap hari, penyiraman 3 hari sekali dan penyiraman 5 hari sekali . Faktor kedua (elisitor) sebagai anak petak yang terdiri dari 2 taraf: elisitor biosaka penyemprotan 1 minggu sekali, penyemprotan elisitor biosaka 2 minggu sekali. Faktor ketiga (eco enzyme) sebagai anak-anak petak yang terdiri dari 2 taraf: eco enzyme 10 mlL -1 dan eco enzyme 30mlL -1 . Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara kekeringan dan eco enzyme terhadap pertumbuhan dan hasil bayam Brazil terdapat pada nilai SPAD 28 HST, DHL 14 HST, TPT 28 HST, pH 28 HST. Interaksi antara elisitor dan eco enzyme terhadap berat brangkasan basah tertinggi pada perlakuan penyemprotan elisitor 1 minggu sekali dan konsentrasi eco enzyme 10 ml L-1 . Interaksi antara kekeringan elisitor dan eco enzyme terhadap jumlah cabang 21 HST, nilai SPAD 14 dan DHL 21 HST. Pertumbuhan dan hasil terbaik bayam Brazil dengan berat brangkasan basah tertinggi terdapat pada kombinasi perlakuan penyemprotan elisitor 1 minggu sekali dan eco enzyme 10 ml L-1 .&#13;
Kata kunci: flavonoid, organik, pertanian berkelanjutan, SPAD, tahanan panetrasi tanah, pH tanah, eco enzyme, elisitor &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134763</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 10:54:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-04 10:16:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>