TRADISI JAMU LAUT DALAM MEMPERTAHANKAN SOLIDARITAS SOSIAL DI MASYARAKAT PESISIR DESA JARING HALUS KABUPATEN LANGKAT SUMATERA UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TRADISI JAMU LAUT DALAM MEMPERTAHANKAN SOLIDARITAS SOSIAL DI MASYARAKAT PESISIR DESA JARING HALUS KABUPATEN LANGKAT SUMATERA UTARA


Pengarang

Fani Aulia Zuhri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurul Fajri - 199102262022032009 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2010101010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tradisi jamu laut merupakan salah satu kearifan lokal yang ada di Desa Jaring
Halus, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tradisi ini dianggap sebagai identitas
kolektif yang mempersatukan masyarakat dan memperkuat hubungan sosial.
Solidaritas ini terwujud dalam kerjasama, saling membantu, dan perasaan
kebersamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan
pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara
mendalam dengan informan kunci, dan dokumentasi foto. Data dianalisis
menggunakan teori solidaritas Durkheim, yang berfokus pada masyarakat
mempertahankan tradisi jamu laut dan solidaritas masyarakat terhadap tradisi jamu
laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana masyarakat
mempertahankan tradisi jamu laut sebagai bagian kearifan lokal dan bentuk
solidaritas sosial masyarakat pesisir terhadap tradisi jamu luat. Hasil temuan
penelitian menunjukkan bahwa tradisi jamu laut di Desa Jaring Halus masih
dilestarikan meskipun ada pergeseran budaya yang signifikan. Masyarakat
mempertahankan tradisi ini dengan berbagai cara, termasuk masyarakat desa
berpartisipasi aktif dalam ritual Jamu Laut, mulai dari persiapan hingga
pelaksanaan ritual. Ritual amu laut diselenggarakan secara berkala, biasanya sekali
setahun sekarang mennjadi tiga tahun sekali, pada waktu-waktu tertentu yang
dianggap penting. Orang tua dan tokoh masyarakat mengajarkan tradisi jamu laut
kepada generasi penerus agar tradisi ini terus dilestarikan dan melakukan sosialisasi
kepada masyarakat khusunya generasi penerus. Tradisi Jamu Laut telah disesuaikan
dengan zaman modern, misalnya dengan penggunaan media sosial untuk
mempromosikan ritual dan melibatkan generasi muda. Masyarakat desa
menunjukkan solidaritas yang kuat terhadap tradisi Jamu Laut. Tradisi ini dianggap
sebagai identitas kolektif yang mempersatukan mereka dan memperkuat hubungan
sosial. Solidaritas ini terwujud dalam kerjasama masyarakat dalam mempersiapkan
ritual tradisi jamu laut mulai dari pengumpulan bahan-bahan hingga pelaksanaan
ritual. Tradisi jamu laut menciptakan rasa kebersamaan dan persatuan di antara
masyarakat desa. Masyarakat desa saling membantu dan mendukung satu sama lain
dalam melaksanakan ritual Jamu Laut.
Kata kunci : Tradisi jamu laut, upaya mempertahankan tradisi, solidaritas sosial

The "Jamu Laut" tradition is a local wisdom practiced in Jaring Halus Village Langkat Regency, North Sumatra. This tradition serves as collective identity that unifies the community and strengthens social bonds. Solidarity is manifested through cooperation, mutual assistance, and sense of togetherness. This research employs qualitative descriptive method with an ethnographic approach. Data is gathered through participant observation, in-depth interviews with key informants, and photo documentation. Data analysis is based on Durkheim's theory of solidarity, focusing on how society preserves the Jamu Laut tradition and community solidarity towards it. The study aims to comprehend how the community upholds the Jamu Laut tradition as an integral part of local wisdom and form of social solidarity among coastal communities. The research findings reveal that the Jamu Laut tradition in Jaring Halus Village remains intact despite significant cultural shifts. The community maintains this tradition in various ways, including active participation in the Jamu Laut ritual, from preparation to execution. The Jamu Laut ritual is held periodically, typically once a year, now every three years, at specific times deemed important. Parents and community leaders impart the Jamu Laut tradition to the younger generation to ensure its continued preservation and conduct socialization, particularly among the youth. The Jamu Laut tradition has adapted to modern times, utilizing social media to promote rituals and engage younger generations. The villagers exhibit strong solidarity towards the Jamu Laut tradition. This tradition is perceived collective identity that unites them and reinforces social ties. This solidarity is evident in the community's collaboration in preparing the Jamu Laut ritual, from gathering materials to conducting the ceremony. The Jamu Laut tradition fosters sense of camaraderie and unity among villagers. They assist and support one another in carrying out the Jamu Laut ritual. Keywords Jamu Laut tradition, efforts to maintain tradition, social solidarity

Citation



    SERVICES DESK