<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134627">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMANASAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN  PADA BEBERAPA JENIS  SAYURAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhaimin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sayuran merupakan salah satu bahan pangan yang populer bagi &#13;
masyarakat Indonesia. Selain mudah diperoleh, murah harganya serta dapat diolah &#13;
menjadi berbagai hidangan yang lezat. Sayuran juga banyak mengandung &#13;
komponen antioksidan seperti asam askorbat, karotenoid, flavonoid, melanoidin, &#13;
asam organik tertentu, zat pereduksi, peptida, tanin dan tokoferol. Sayuran &#13;
biasanya dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dalam bentuk lalapan ataupun &#13;
setelah melalui proses pemasakan seperti perebusan, pengukusan dan penumisan.&#13;
Menurut Mulyati (1994), walaupun antioksidan terdapat pada bahan pangan &#13;
secara alami, tetapi jika bahan tersebut dimasak, maka kandungannya akan &#13;
berkurang akibat terjadinya degradasi kimia dan fisik. Oleh karena itu, penelitian &#13;
ini bertujuan untuk melihat pcngaruh pemanasan (perebusan , pengukusan dan&#13;
penumisan) terhadap aktivitas antioksidan pada bebcrapajenis sayuran.&#13;
               Proses pemasakan masing-masing sayuran mempunyai ukuran&#13;
ketebalan  potongan dan lama pemasakan yang berbeda, tetapi suhu pemanasan awal yang&#13;
sama. Pedoman yang digunakan adalah masaknya sayuran secara sempurna pada &#13;
suhu yang sama. Beberapa jenis sayuran yang dianalisis adalah terung (Solammz &#13;
melongenna L.), wortel (Daucus carota L.) dan brokoli (Brassica oleracea L.). &#13;
               Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap &#13;
(RAL) Faktorial yang tcrdiri dari 2 faktor yaitu jenis sayuran (S) yang terdiri atas&#13;
3 taraf, yaitu: S =  Terung, S =  Wortel, Sy  =  Brokoli dan metode pemanasan (P) &#13;
yang terdiri atas 4 taraf, yaitu: P, = Tanpa Pemanasan, P = Perebusan, P = &#13;
Pengukusan dan P, = Penumisan. Dengan demikian, terdapat 12 kombinasi&#13;
perlakuan dengan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan . Analisis&#13;
yang dilakukan pada masing-masing sayuran meliputi kadar air, total fenol dan&#13;
pengujian aktivitas antioksidan dengan DPPH Radical Scavenging Methode. &#13;
                Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemanasan (P) berpengaruh&#13;
sangat nyata terhadap kadar air (%) (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134627</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 16:41:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 16:41:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>