<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134619">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH DILATASI TERHADAP GAYA DALAM KOLOM DAN BALOK PADA GEDUNG BERLANTAI  EMPAT DENGAN DENAH BENTUK H</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ferdi Reza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan tinjauan desain tahan gempa, bentuk gedung yang lebih dikehendaki &#13;
adalah yang mempunyai konfigurasi beraturan seperti bujursangkar, bentuk­&#13;
bentuk L, T atau H biasanya bentuk yang sulit digunakan untuk tahan gempa. &#13;
Untuk itu umumnya dapat diatasi dengan menggunakan dilatasi. Pada &#13;
perencanaan ini ditinjau pengaruh penggunaan dilatasi terhadap gaya dalam &#13;
struktur atas yang meliputi balok dan kolom. Perbandingan dilakukan antara &#13;
gedung dengan konfigurasi beraturan dan tidak beraturan. Pada tinjauan&#13;
digunakan gedung dengan bentuk H simetris tanpa dilatasi (TD) untuk konfigurasi&#13;
tidak beraturan, dan dengan dilatasi (DD) untuk konfigurasi beraturan.&#13;
Berdasarkan hasil analisis struktur, nilai eksentrisitas antara pusat massa dan pusat&#13;
kekakuan bangunan memilki milai yang kecil, sehingga bangunan akan mengalami&#13;
defleksi torsional kecil. Mengakibatkan kolom dan balok yang jauh dari pusat&#13;
kekakuan, mengalami gaya dalam lebih besar dari kolom dan balok yang dekat&#13;
dengan pusat kekakuan. Dilatasi memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap&#13;
momen dan gaya geser yang timbul pada kolom dibandingkan dengan pengaruh&#13;
dilatasi terhadap gaya aksial, pada balok dilatasi memberikan pengaruh yang lebih&#13;
besar terhadap momen dibandingkan terhadap gaya geser. Pada perhitungan&#13;
analisis varian yang dilakukan terhadap momen, gaya geser dan gaya aksial,&#13;
didapatkan nilai F hitung lebih kecil dari F% tabel. Sehingga dapat disimpulkan&#13;
bahwa dilatasi memberikan pengaruh yang kurang signifikan pada bangunan tidak&#13;
beraturan yang eksentrisitas pusat massa dan pusat kekakuan bangunan memiliki&#13;
nilai kecil seperti gedung dengan bentuk l-1.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134619</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 16:34:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 16:34:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>