<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134607">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI  ASAM  SITRAT  (C6H8O7) DAN  LAMA  PENGENDAPAN  TERHADAP  KUALITAS  DAN  KUANTITAS  PATI  KENTANG YANG DIHASILKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nailis Saadah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pati  adalah  bentuk  olahan  yang  dikembangkan  dari  bahan  baku yang mengandung  karbohidrat  tinggi, awet disimpan dan bersifat mudah untuk diolab menjadi  berbagai jenis produk  makanan  lainnya. Pati  banyak  sekali  digunakan dalam setiap industri, baik itu industri pangan maupun indistri non pangan. Pada industri pangan, pati digunakan untuk memberikan tekstur, kekentalan, dan meningkatkan  palabilitas  dari berbagai  makanan.  Sedangkan  pada  industri  non pangan, salah satu contohnya adalah digunakan sebagai bahan perekat (lem).&#13;
Masalah  utama yang biasanya  dihadapi pada proses pengolaban  kentang adalah terjadinya  perubahan  warna pada kentang menjadi kecoklatan (browning reaction).  Untuk  mencegah  terjadinya  pencoklatan  pada  kentang  maka  enzim fenolase yang terdapat di dalam kentang harus diinaktifkan terlebih dahulu. penggunaan antibrowning agent seperti asam sitrat.&#13;
Penelitian ini  secara umurn bertujuan untuk mempelajari cara pembuatan pati  kentang,  dan  secara  khusus  untuk  mengetabui  pengaruh  konsentrasi  asam sitrat  dan  lama pengendapan   terhadap  rendemen,  kualitas,  dan  kuantitas  pati kentang yang dihasilkan.  Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL) faktorial dengan pola  3x 3, yang terdiri atas dua faktor yaitu:  Faktor pertama adalah Faktor konsentrasi asam sitrat&#13;
(K), terdiri atas tiga taraf yaitu:K1 =2%, K2 = 4%, K3, = 6%. Faktor kedua adalah&#13;
Faktor lama pengendapan (L), terdiri atas tiga taraf yaitu :L1 =6jam, L2 = 12 jam, L3 = 18 jam. Parameter yang diamati adalah rendemen, kadar air, kadar abu, kadar pati,  dan  tingkat  kecerahan.  Data  yang  diperoleh  untuk  selanjutnya  dianalisis&#13;
dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT).&#13;
Hasil penelitian  ini  menunjukkan bahwa  konsentrasi  asam sitrat berpengaruh  sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134607</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 16:21:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 16:21:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>