<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134603">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM KEBUN BIBIT RAKYAT (KBR) DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agribisnis (S2)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagai salah satu kebijakan pemerintah untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan, Program KBR bertujuan untuk menyediakan bibit tanaman kayu-kayuan dan tanaman multifungsi (Multipurpose Tree Species/MPTS). Program ini melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang bertanggung jawab atas pengelolaan kegiatan, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung kegiatan rehabilitasi hutan. Namun, dalam praktiknya, KTH sering menghadapi masalah seperti kurangnya keterampilan teknis, ketidaksesuaian jenis bibit dengan lingkungan, dan hambatan dalam koordinasi dan komunikasi antar anggota kelompok.&#13;
Di Provinsi Aceh, observasi awal menunjukkan bahwa peran serta masyarakat desa dalam kelompok tani masih kurang optimal. Beberapa masalah yang teridentifikasi termasuk kurangnya pemahaman masyarakat tentang program KBR, persentase bibit yang tumbuh tidak sesuai target, dan kesulitan dalam mendapatkan bibit yang sesuai dengan kebutuhan. Masalah ini mengarah pada perlunya strategi yang lebih baik untuk meningkatkan kinerja kelompok dalam implementasi KBR.&#13;
Maka dari itu, perlu langkah-langkah strategis yang tepat dapat diidentifikasi dan diterapkan untuk meningkatkan efektivitas program kedepannya. Dirapkan hasil penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pedoman dan strategi dalam mendukung kelompok-kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan kinerja kelompok dalam implementasi Program KBR di Provinsi Aceh, dengan fokus pada penguatan kapasitas manajerial, peningkatan partisipasi, serta perbaikan koordinasi dan komunikasi. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan program KBR dapat dilaksanakan dengan lebih efektif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung rehabilitasi hutan serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari para pelaksana yang terlibat dalam kelompok program Kebun Bibit Rakyat (KBR). Untuk Kelompok Tani Hutan, populasi penelitian mencakup seluruh anggota kelompok yang mendapatkan manfaat dari program tersebut sejak tahun 2023. &#13;
Teknik pengambilan sampling untuk Kelompok Tani Hutan menggunakan teknik Acak Berkelompok dua tahap (Two Stage Cluster Sampling), yaitu tahap I; penentuan kabupaten berdasarkan jumlah terbanyak penerima manfaat program pada tahun 2023 sebesar 50% dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Aceh, sehingga didapat 6 kabupaten. Pada tahap II; penentuan responden diambil setiap kelompok yang ada di masing-masing kelompok sebanyak 20%, sehingga didapat sampel sebanyak 93 orang dari 6 kabupaten tersebut. &#13;
Metode analisis yang digunakan untuk menjawab permasalahan pertama, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu mengidentifikasi kinerja kelompok pada implementasi program Kebun Bibit Rakyat (KBR) untuk sektor kehutanan di Provinsi Aceh. Selanjutnya faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program Kebun Bibit Rakyat (KBR) peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda. Untuk Menjawab permasalahan kedua, tentang strategi peningkatan kinerja kelompok dalam implementasi program Kebun Bibit Rakyat (KBR) peneliti menggunakan analisis SWOT dan QSPM. &#13;
Hasil penelitian antara lain : 1) Secara umum kinerja kelompok tani hutan dalam program Kebun Bibit Rakyat (KBR) sebagian besar berada dalam kategori sedang, dengan 97,85 persen dari 91 responden menunjukkan pencapaian pada level ini. Hanya 2 persen dari responden yang mencapai kinerja tinggi. Untuk mencapai kinerja yang lebih baik, perlu ada peningkatan dalam pencapaian target, kualitas hasil, efisiensi, kerjasama tim, kepuasan anggota, inovasi, dan kepatuhan terhadap aturan. Dengan memperbaiki aspek-aspek tersebut, diharapkan program KBR dapat mencapai keberhasilan yang lebih optimal; 2) Model regresi yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kelompok pembibitan menunjukkan nilai R sebesar 0,755, yang mengindikasikan hubungan yang kuat antara variabel prediktor dan variabel dependen. Nilai R Square sebesar 0,639 menunjukkan bahwa sekitar 60,1% variasi dalam kinerja kelompok dapat dijelaskan oleh model ini, sementara 39,9% variasi dipengaruhi oleh faktor lain di luar model; 3) Berdasarkan hasil QSPM urutan strategi prioritas adalah 1) Pengembangan Infrastruktur dan Akses Teknologi Informasi; 2) Peningkatan Kapasitas SDM melalui Dukungan Eksternal; 3) Peningkatan Kapasitas dan Koordinasi melalui Kolaborasi dan Teknologi; 4) Penguatan Koordinasi dan Efektivitas Pelatihan; 5) Mengoptimalkan Potensi Lahan dan Sumber Daya dengan Teknologi dan Dukungan Eksternal; 6) Memperkuat Keterampilan Lokal melalui Program Pendidikan dan Kolaborasi; 7) Peningkatan Komitmen dan Modal melalui Kolaborasi; 8) Perlindungan dan Pemulihan Ekosistem Hutan; 9) Mengoptimalkan Kesiapan Tenaga Kerja untuk Mengatasi Ketidakpastian Politik dan Regulatori; 10) Meningkatkan Antusiasme dan Partisipasi melalui Kampanye dan Dukungan Media Sosial; 11) Penguatan Infrastruktur dan Pengendalian Hama melalui Dukungan Eksternal. Strategi-strategi ini, jika dijalankan dengan baik, akan memastikan keberlanjutan operasional dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134603</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 16:16:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 16:34:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>