<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134599">
 <titleInfo>
  <title>PENGERINGAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE  BAK MODEL  SILINDER DENGAN BAHAN BAKAR MINYAK TANAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marhamah Fitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan penting&#13;
selain gandum dan padi. Penduduk beberapa wilayah di Indonesia &#13;
menggunakannya sebagai bahan pangan pokok. Selain itu, jagung juga&#13;
digunakan sebagai pakan ternak. Salah satu tahapan penting dalam penanganan &#13;
pasca panen jagung adalah proses pengeringan. Proses pengeringan yang &#13;
umum dilakukan di rnasyarakat yaitu dengan cara konvensional, yaitu dengan &#13;
memanfaatkan sinar matahari. Yang menjadi kendala dalam proses &#13;
pengeringan dengan cara ini adalah di waktu musim penghujan, dimana panas&#13;
yang dibutuhkan untuk mengeringkan jagung tidak terus menerus ada sehingga&#13;
proses pengeringan yang berlangsung akan terhambat. Ha1 demik.ian&#13;
mendorong perlunya mencoba suatu metode pengeringan dengan menggunakan&#13;
suatu alat pengering yang dapat mcngatasi permasalahan tcrsebut sehingga&#13;
dapat meningkatkan kualitas jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#13;
menguji kinerja alat pengering tipe bak model silinder untuk pengcringan&#13;
jagung (Zea mays L.) dengan bahan bakar min yak tanah.&#13;
               Alat pengering tipe bak model silinder ini mempunyai tiga bagian&#13;
utama yaitu ruang pengering, ruang pembakaran yang dilengkapi dengan&#13;
penukar panas, dan blower. Dari hasil penelitian diperoleh data distribusi&#13;
temperatur pada ruang pengering yaitu antara 32 C sampai dengan 60 °C,&#13;
temperatur ruang plenum berkisar pada 60 &quot;C sampai dengan 70 C, dan&#13;
temperatur ruang pembakaran berkisar pada I 20 °C sampai dengan 185 C. &#13;
Distribusi kelembaban relatif pada ruang pengering berada pada kisaran 57%&#13;
sampai dengan 86.3%. Kecepatan udara pada outlet blower Penurunan&#13;
kadar air jagung dari kadar air awal 62% bb menjadi 19.05% bb pada&#13;
tumpukan jagung bagian bawah dan pada tumpukan bagian atas sebesar &#13;
13 mis. 22,73% bb setelah dikeringkan selama 7 jam. Sedangkan effisiensi&#13;
pengeringan adalah sebesar 58.08%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CORN - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>660.284 26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134599</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 16:15:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 15:48:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>