<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134519">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISASI FISIK GETAH PINUS DATARAN TINGGI GAYO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aifa Zahra Nur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah penghasil getah pinus di Indonesia. Pohon pinus tumbuh subur di daerah Aceh, khususnya di dataran tinggi Gayo. Dataran tinggi Gayo mencakup wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Selama ini masyarakat dataran tinggi Gayo, belum melakukan proses pasca panen dan pengolahan getah pinus dengan baik. Getah pinus masih di jual dalam bentuk bahan mentah dan belum mengalami proses pengolahan menjadi bahan siap pakai. Mutu getah di daerah ini juga belum diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik getah pinus serta mengetahui rendemen terpentin dan gondorukem pada getah pinus di dataran tinggi Gayo (Gayo Lues, Takengon dan Bener Meriah). &#13;
Sampel getah yang digunakan pada penelitian ini di peroleh dari tiga daerah dataran tinggi Gayo, yaitu Gayo Lues, Takengon dan Bener Meriah. Analisa yang dilakukan pada penelitian ini berupa penentuan karekteristik fisik getah pinus yang terdiri dari analisa warna (uji organoleptik), kadar kotoran+kadar air yang merujuk pada SNI 7837:2016. Analisa rendemen dilakukan dengan proses destilasi untuk memperoleh terpentin dan gondorukem dari getah pinus dataran tinggi Gayo. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan daerah Gayo Lues mempunyai karakteristik fisik getah pinus dengan mutu premium, yang ditunjukkan dengan warna putih, kadar kotoran+kadar air mencapai 7,39%, daerah Takengon dan Bener Meriah mempunyai karakteristik fisik getah mutu 1, yang ditunjukkan dengan warna putih kadar kotoran+kadar air 10,74% dan 10,88%, berdasarkan standar mutu SNI 7837:2016 tentang getah pinus. Analisa rendemen rata-rata terpentin dan gondorukem Gayo Lues sebesar 2,11% dan 67,47%, Takengon 1,83% dan 67,75%, Bener Meriah 1,89% dan 67,65%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa getah pinus Gayo Lues memiliki mutu yang lebih baik (Mutu Premium) dengan rendemen terpentin lebih tinggi dibandingkan dengan daerah Takengon dan Bener Meriah (Mutu I).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134519</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 13:53:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 12:25:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>