<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134495">
 <titleInfo>
  <title>IMPELEMENSI QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 2 TAHUN 2021 TENTANG KOTA LAYAK ANAK (STUDI KASUS KORBAN EKSPLOITASI ANAK DI KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rindang Susanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Terpilihnya Kota Banda Aceh sebagai Kota layak anak disebabkan oleh adanya&#13;
kerja sama dan dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam&#13;
menjalankan program-gram yang berkaitan dengan anak. Baik dari sisi infrastruktur&#13;
dan program-program yang dapat memberikan kenyamanan serta perlindungan&#13;
terhadap anak di Banda Aceh. Namun Di lain sisi di awal tahun 2023 Banda Aceh&#13;
sempat diisukan dengan pemberitaan dimana telah terjadi beberapa kasus&#13;
eksploitasi anak, dimana yang disoroti adalah anak yang berusia balita berjualan di&#13;
pinggiran jalan Kota Banda Aceh hingga larut malam. Modus eksploitasi lainnya&#13;
adalah anak-anak yang dijadikan pengemis untuk meminta-minta di setiap warung&#13;
kopi yang ada di Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#13;
mengetahui implementasi kebijakan pemerintah dan hambatan yang dihadapi oleh&#13;
pemerintah Kota Banda Aceh di dalam melindungi anak korban eksploitasi secara&#13;
ekonomi. Pendekatan penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif&#13;
deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi kebijakan&#13;
pemerintah di Kota Banda Aceh untuk melindungi anak korban eksploitasi&#13;
melibatkan program sosialisasi anti-eksploitasi, program pemberian rumah aman,&#13;
program pemantauan anak korban eksploitasi, program pendampingan konseling,&#13;
program pendampingan medis anak dan program pendampingan hukum anak.&#13;
Hambatan dalam perlindungan anak korban eksploitasi di Kota Banda Aceh&#13;
meliputi keterbatasan sumber daya manusia, fokus pemerintah yang belum optimal,&#13;
minimnya pengetahuan tentang eksploitasi anak, dan dampak kemiskinan.&#13;
Kata Kunci: Eksploitasi Anak, Kota Layak Anak</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134495</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 12:29:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 11:50:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>