RESILIENSI MASYARAKAT PENYINTAS ERUPSI GUNUNG SINABUNG KECAMATAN NAMAN TERAN KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

RESILIENSI MASYARAKAT PENYINTAS ERUPSI GUNUNG SINABUNG KECAMATAN NAMAN TERAN KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA


Pengarang

Nuryanti Purba - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nazli - 197104212000031002 - Dosen Pembimbing I
Marty Mawarpury - 198203132008012008 - Dosen Pembimbing II
M. Syukri Surbakti - 197310302000121001 - Penguji
Haekal Azief Haridhi - 198712172014041001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2009200140006

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : ., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Erupsi Gunung Sinabung yang berlangsung secara berkala sejak tahun 2010 telah mengakibatkan kerugian besar, baik material maupun non-material bagi masyarakat sekitar. Masyarakat penyintas erupsi Gunung Sinabung di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo juga menghadapi tantangan besar terhadap stabilitas mental, emosional, pengalaman trauma, kehilangan, dan perubahan drastis dalam kehidupan sehari-hari yang dapat memberikan tekanan psikologis secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat resiliensi masyarakat penyintas erupsi Gunung Sinabung di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian melibatkan 266 responden yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Conner-Davidson Resilience Scale versi 23 (CD-RISC-25) dan dianalisis dengan alat SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah zona aman, tingkat resiliensi masyarakat adalah sebagai berikut: tinggi (16,54%), sedang (70,68%), dan rendah (12,78%). Sedangkan di daerah zona rawan, tingkat resiliensi adalah: tinggi (27,82%), sedang (57,89%), dan rendah (14,29%). Tinggi rendahnya tingkat resiliensi masyarakat penyintas di suatu daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti hubungan sosial, adaptasi, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan sosial yang kuat, kemampuan adaptasi yang baik, dan pengambilan keputusan yang efektif memainkan peran penting dalam resiliensi masyarakat penyintas erupsi Gunung Sinabung. Pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk meningkatkan kapasitas resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana di masa depan.

Kata Kunci: Resiliensi, Penyintas, Gunung Sinabung

The eruption of Mount Sinabung which has occurred periodically since 2010 has resulted in large losses, both material and non-material, for the surrounding community. Community survivors of the Mount Sinabung eruption in Naman Teran District, Karo Regency also face major challenges regarding mental and emotional stability, experiences of trauma, loss and drastic changes in daily life which can cause deep psychological pressure. This research aims to analyze the level of resilience of the community who survived the eruption of Mount Sinabung in Naman Teran District, Karo Regency, North Sumatra Province, using quantitative methods. The research sample involved 266 respondents who were randomly selected. Data were collected using the Conner-Davidson Resilience Scale version 23 (CD-RISC-25) questionnaire and analyzed using SPSS tools. The research results show that in the safe zone area, the level of community resilience is as follows: high (16.54%), medium (70.68%), and low (12.78%). Meanwhile, in vulnerable zone areas, the level of resilience is: high (27.82%), medium (57.89%), and low (14.29%). The level of resilience of survivor communities in an area is influenced by factors such as social relations, adaptation and decision making. This research concludes that strong social relationships, good adaptability, and effective decision making play an important role in the resilience of communities surviving the eruption of Mount Sinabung. A comprehensive approach is needed to increase community resilience capacity in facing future disasters. Keywords: Resilience, Survivor, Mount Sinabung  

Citation



    SERVICES DESK