<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134405">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH DI LAMAN TIKTOK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE (PADA MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ayu Andira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Electronic word of mouth (e-WOM) merupakan sarana komunikasi elektronik untuk bertukar informasi antar konsumen yang tak saling kenal untuk dapat berbagi pengalaman mengenai produk atau layanan yang mereka gunakan.  TikTok menjadi salah satu media sosial yang sedang popular sekarang. TikTok menjadi populer karena fokusnya pada konten dan menyediakan beragam fitur yang lengkap sehingga banyak pengguna TikTok yang mengambil keputusan pembelian berdasarkan informasi yang mereka peroleh dari TikTok. Masyarakat di provinsi Aceh memiliki tingkat aktivitas transaksi belanja online yang relatif tinggi, Tren belanja online sudah mulai marak di provinsi Aceh dari tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh electronic word of mouth di laman TikTok terhadap keputusan pembelian online pada masyarakat kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan model The Cicular Model of SoMe. Metode pada penelitian ini kuantitatif eksplanatif. Data penelitian diperoleh dengan kuesioner melalui google form yang disebarkan kepada 123 masyarakat kota Banda Aceh, di kecamatan Kuta Alam, Syiah Kuala dan Baiturrahman. Responden dipilih menggunakan teknik quota sampling agar distribusi sampel merata. Berdasarkan uji hipotesis yaitu thitung&gt; ttabel, nilai thitung (10.422) &gt; ttabel (1.658). Angka ini menunjukkan bahwa Ho ditolak Ha diterima. Pengaruh variabel X (Electronic Word of Mouth) terhadap variabel Y (Keputusan Pembelian) adalah sebesar 47,30% sedangkan sisanya 52,70% dipengaruhi faktor lain. Dengan penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada pelaku usaha berbasis online agar dapat memanfaatkan berbagai media sosial yang ada untuk meningkatkan penjualan.&#13;
Kata kunci: Electronic Word of Mouth, TikTok, Keputusan Pembelian&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134405</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 07:57:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 10:13:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>