<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134333">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERUBAHAN INDEKS KEKERINGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPI (STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURUL AZKIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknik Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di wilayah Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Besar sebagian besar masyarakat masih mengandalkan sawah tadah hujan dimana sistem pengairannya sangat mengandalkan curah hujan sehingga produksi padi pada wilayah ini dipengaruhi oleh curah hujan. Oleh sebab itu penulis ingin mengkaji sejauh mana indeks kekeringan dengan menggunakan metode SPI mempengaruhi produktivitas padi di Kabupaten Aceh Besar. Metode SPI dipilih karena memiliki indeks yang fleksibel dan sederhana dalam perhitungan. SPI dapat memberikan informasi tentang kekeringan yang berlangsung dalam beberapa bulan atau bahkan tahun, hal ini memungkinkan untuk memahami dampak kekeringan jangka panjang dan dengan memonitor nilai SPI dapat dilakukan antisipasi terhadap potensi kekeringan yang akan datang. Hasil analisis pada perhitungan indeks kekeringan menggunakan metode SPI di Kabupaten Aceh Besar menunjukkan tingkat keparahan yang berbeda. Kejadian pada SPI 1 bulanan terparah terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar -2,22 sedangkan tingkat kebasahan terjadi pada tahun 2014, yaitu sebesar 2,81. Kejadian pada SPI 3 bulanan terparah terjadi pada tahun 2020, yaitu sebesar -2,37 sedangkan tingkat kebasahan terjadi pada tahun 2020, yaitu sebesar 2,47. Kejadian pada SPI 6 bulanan terparah terjadi pada tahun 1998, yaitu sebesar -2,35 sedangkan tingkat kebasahan terjadi pada tahun 2014, yaitu sebesar 2,79. Kejadian pada SPI 12 bulanan terparah terjadi pada tahun 1998, yaitu sebesar -2,01 sedangkan tingkat kebasahan terjadi pada tahun 2011, yaitu sebesar 2,34. Hasil analisis korelasi antara SPI 1, 3, 6 dan 12 dengan produktivitas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variabel independent yaitu SPI (curah hujan) terhadap variabel dependent yaitu produktivitas padi namun hubungannya masih dalam kategori lemah dan sedang, hal ini menunjukkan bahwa curah hujan bukan faktor utama dalam naik turunnya produktivitas padi di Kabupaten Aceh Besar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134333</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-01 18:16:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 15:39:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>