<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134311">
 <titleInfo>
  <title>UJI PROTEIN DAN PH SATE DAGING KERBAU AKIBAT PERENDAMAN DENGAN MENGGUNAKAN BAWANG PUTIH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nafisah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengolahan daging kerbau masih sangat jarang dilakukan, padahal sangat berpeluang&#13;
menjadi produk diversifikasi seperti pembuatan sate. Daging kerbau mengandung nilai pH&#13;
daging 5,4, kadar air 76,6%, dan protein 19%. sehingga daging diolah menjadi sate dengan&#13;
penambahan bahan marinade yaitu bawang putih. Bawang putih mempunyai senyawa allicin&#13;
dimana senyawa allicin secara efektif menghambat degradasi, yaitu proses pemecahan protein&#13;
menjadi molekul – molekul sederhana. Senyawa allicin mengatur terbentuknya rasa, aroma,&#13;
dan sifat farmakologi bawang putih seperti antibakteri, dan antioksidan. Allisin bisa&#13;
menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara mencegah sintesis DNA. Oleh karena itu,&#13;
penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa olahan sate daging kerbau menggunakan&#13;
bawang putih memiliki nutrisi yang baik, dapat menghasilkan rasa yang sama lezatnya dengan&#13;
sate yang terbuat dari daging sapi, dan dapat meningkatkan kualitas sate daging kerbau.&#13;
&#13;
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2024 di Laboratorium Ilmu dan&#13;
Teknologi Pengolahan Daging, analisis pH dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Pangan&#13;
dan Hasil Pertanian dan analisis protein dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pangan,&#13;
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda&#13;
Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4&#13;
perlakuan dan 5 ulangan, dengan demikian terdapat 20 unit perlakuan dengan lama&#13;
perendaman yang berbeda. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (kontrol/tanpa penambahan&#13;
bawang putih), P1 (penambahan 2% bawang putih), P2 (penambahan 4% bawang putih) dan&#13;
P3 (penambahan 6% bawang putih). Hasil analisis sidik ragam pada analisis I menunjukkan&#13;
bahwa marinasi dengan bawang putih tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap nilai pH.&#13;
Sedangkan pada analisis II menunjukkan bahwa sate daging kerbau marinasi dengan bawang&#13;
putih berpengaruh sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134311</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-01 17:08:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 15:34:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>