Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI PEMANFAATAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN ACEH BESAR (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN RSUD KABUPATEN ACEH BESAR DI KECAMATAN KOTA JANTHO)
Pengarang
NURIL HADY - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Dahlawi - 196201011985031019 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2010104010045
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Abstrak
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Aceh Besar mencakup perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, termasuk proyek-proyek seperti jalandan RSUD yang tidak sesuai dengan materi teknis RTRWK 2012-2032. Meskipunada regulasi seperti Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 dan Qanun KabupatenAceh Besar yang mengatur tata ruang, realitas lapangan menunjukkan perubahan dan ketidaksesuaian, yang menyebabkan perlunya evaluasi dan penyesuaian agar pembangunan lebih efektif dan sesuai dengan perencanaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif ddengan pendekatan deskriptif menggunakan teori perencanaan kota oleh Rahardjo dan teori perencanaan wilayah oleh Riyadi & Brakusuma. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan 3 tahapan yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya ketidaksesuaian antara RTRWK dan kondisi lapangan, terutama dalampembangunan RSUD Kabupaten Aceh Besar yang disebabkan oleh faktor penghambat seperti koordinasi antar instansi yang kurang efektif, perubahan kebijakan yang tidak konsisten, dan kendala teknis. Sosialisasi RTRk kepada masyarakat juga dinilai kurang optimal, sehingga pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan rencana yang ada karena tidak melibatkan tokoh masyarakat dalam proses perencanaannya. Dalam pembangunan RSUD Kabupaten Aceh Besar di Kecamatan Kota Jantho, hambatan yang ditemukan termasuk lokasi yang dianggap tidak strategis yang sesuai dan kurangnya dukungan dari pihak terkait. Penelitian ini menekankan perlunya revisi RTRW yang lebih memperhatikan kondisi aktual di lapangan, melibatkan peningkatan koordinasi antar lembaga dan sosialisasi yang lebih baik kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia yang terlibat. Diharapkan pemanfaatan ruang menjadi lebih optimal dan sesuai perencanaan, serta mengatasi berbagai kendala yang muncul. RTRWK digunakan sebagai alat perencanaan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Besar dan menjadi dasar perbaikan kebijakan serta praktik perencanaan tata ruang di masa depan. Dengan keterlibatan pemangku kepentingan, sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat agar pembangunan dapat terlaksana secara optimal danberkelanjutan.
Kata Kunci: Rencana Tata Ruang Wilayah, Evaluasi, Pemanfaatan Ruang, RSUDAceh Besar.
Abstract The Spatial Planning (RTRW) of Aceh Besar Regency includes the planning and implementation of development, including projects such as roads and hospitals thatdo not align with the technical content of the 2012-2032 RTRWK. Although there are regulations such as Law Number 26 of 2007 and the Aceh Besar Regency Qanun that govern spatial planning, field realities show changes and inconsistencies, necessitating evaluation and adjustments to make development more effective and in line with the plan. This research employs a qualitative method with a descriptiveapproach using urban planning theory by Rahardjo and regional planning theory byRiyadi & Brakusuma. The data analysis process is carried out through three stages: reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicatediscrepancies between the RTRWK and field conditions, particularly in the construction of the Regional General Hospital (RSUD) of Aceh Besar Regency, caused by hindering factors such as ineffective coordination between agencies, inconsistent policy changes, and technical constraints. The socialization of the RTRW to the public is also considered suboptimal, leading to space utilization thatdoes not align with the existing plan due to the lack of involvement of community leaders in the planning process. In the construction of the RSUD in Kota Jantho District, obstacles found include the location being considered strategically unsuitable and a lack of support from related parties. This study emphasizes the need for an RTRW revision that better considers actual field conditions, involving improved coordination between institutions and better socialization to the public, as well as enhancing the capacity and competence of the involved human resources.It is hoped that space utilization will become more optimal and in line with planning, addressing various emerging obstacles. The RTRWK is used as a tool forsustainable development planning in Aceh Besar Regency and serves as a basis forimproving policies and spatial planning practices in the future. With the involvement of stakeholders, good synergy between the government and the community will enable development to be carried out optimally and sustainably. Keywords: Regional Spatial Plan, Evaluation, Land Use, Aceh Besar General Hospital.
PENGEMBANGAN KOTA JANTHO DITINJAU DARI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN ACEH BESAR (Heri Ferdian, 2024)
ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (Mirza Arbi, 2016)
STUDI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN PEMANFAATAN TATA RUANG KOTA DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH (RD. CECEP YUDHIE ERBA WINATA, 2015)
KAJIAN PENERAPAN PARAMETER RENCANA TATA RUANG WILAYAH TERHADAP KUALITAS SUB DAS KRUENG JREUE KABUPATEN ACEH BESAR (Taftazani, 2025)
ANALISIS PERUBAHAN LAHAN SAWAH DAN PEMANFAATAN LAHAN BERDASARKAN TATA RUANG DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (chairi akmal, 2016)