<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134257">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN COPING STRESS SISWA SMA LABSCHOOL BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farah Reiza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Bimbingan dan Konseling</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Coping stress siswa merupakan suatu proses implementasi strategi tertentu yang dilakukan siswa dalam mengelola tekanan yang mereka hadapi dalam kehidupan. Pemicu stres dapat disebabkan oleh beban akademik yang tinggi, tekanan dari interaksi sosial di sekolah, atau tantangan-tantangan pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang gambaran coping stress yang digunakan siswa SMA Labschool Banda Aceh. Populasi penelitian berjumlah 318 siswa yang menempuh jenjang pendidikan di SMA Labschool Banda Aceh, sampel diambil menggunakan probability random sampling sebanyak 78 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket coping stress. Metode analisis yang digunakan berupa kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang mengklasifikasikan data temuan berdasarkan kategorisasi deviasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki tingkat coping  stress yang sedang dan rendah, sementara sebagian kecil yang memiliki tingkat coping stress yang tinggi atau sangat tinggi. Analisis menunjukkan bahwa problem-focused coping lebih dominan (50,61%) dibandingkan emotion-focused coping (49,39%), dimana proporsi siswa laki-laki lebih besar pada tingkat tinggi dan sangat tinggi dalam penggunaan kedua pendekatan coping stress lebih besar dibandingkan siswa perempuan. Secara keseluruhan, siswa cenderung menggunakan aspek confrontive coping pada &#13;
problem-focused coping dan aspek escape-avoidance pada emotion-focused coping.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STRESS - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>155.904 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134257</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-01 15:22:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-03 15:59:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>