<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134233">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN MOTIF KHAS ACEH PADA BUSANA KERJA PRIA APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN TEKNIK PRINTING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAKIATUL FITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP PKK</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Batik dengan motif khas Aceh mulai dikenalkan pada masa pemerintahan Gubernur Ibrahim Hasan. Namun sebagian besar masyarakat Aceh masih belum mengetahui keaslian produk batik Aceh yang terlihat dari preferensi masyarakat untuk menggunakan motif batik daerah lain. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap motif batik Aceh. Beberapa instansi pemerintah di Aceh telah menjadikan penggunaan batik sebagai bagian dari seragam kerja, salah satu instansi yang menerapkan kebijakan tersebut adalah kantor gubernur Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain busana kerja pria dengan motif khas Aceh, membuat produk, serta mengetahui persepsi aparatur sipil negara terhadap nilai estetika dan peranannya dalam pelestarian budaya Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode R&amp;D model PPE. Subjek dalam penelitian ini meliputi ASN pria, jadi total sampel yang diambil sebanyak 38 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara bersama 2 orang panelis, dokumentasi, teknik angket. Adapun hasil penelitian ini yaitu: 1) Motif khas Aceh pada busana kerja pria aparatur sipil negara dengan teknik printing didesain menggunakan motif khas dari Aceh pesisir dan Aceh pedalaman, 2) Hasil pengembangan motif khas Aceh pada busana kerja pria aparatur sipil negara dengan teknik printing menggunakan bahan Toyobo, dengan warna hitam, emerald green dan celerean blue, 3) Berdasarkan data yang diperoleh dari rekapitulasi persentase hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat ketertarikan paling banyak terhadap Motif khas Aceh pada busana kerja pria aparatur sipil negara dengan teknik printing model 3 dengan nilai rata-rata sebesar 33.96%, model 1 dengan nilai rata-rata sebesar 33.57%, dan model 2 dengan persentase 32.47%. Berdasarkan hasil penelitian, produk busana ini disukai oleh responden. Saran peneltian, kedepannya kain yang digunakan lebih bervariasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134233</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-01 14:24:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 12:52:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>