WEB BASED URBAN DICTIONARY FOR INDONESIAN SLANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

WEB BASED URBAN DICTIONARY FOR INDONESIAN SLANG


Pengarang

Mizwar Zulfachri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Kurnia Saputra - 198003262014041001 - Dosen Pembimbing I
Rini Deviani - 198712302020122002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1908107010087

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Informatika., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Seiring dengan semakin banyaknya generasi muda yang terpapar budaya internet, semakin banyak kata-kata baru yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini mengakibatkan kosakata suatu bahasa terus berkembang, yang sering kali berasal dari slang yang diadopsi ke dalam penggunaan umum. Semakin banyak kata baru diperkenalkan, semakin banyak orang yang mengasumsikan makna dari kata-kata slang yang menjadi tren, karena kata-kata slang baru tidak memiliki sumber resmi untuk menemukan definisinya. Untuk mengatasi masalah ini, situs web ini didedikasikan sebagai platform untuk berbagi kata atau frasa slang dalam bahasa Indonesia, mirip dengan situs populer di Barat, Urban Dictionary. Proyek ini menggunakan framework web Django, sebuah framework berbasis Python yang dikenal karena komunitasnya yang besar dan fleksibilitasnya dalam mengembangkan aplikasi, seperti analisis data dan pembuatan file. Alur kerja proyek ini mengikuti metode Scrum yang banyak digunakan; metodologi Scrum, termasuk product backlog, sprint, sprint backlog, dan perencanaan sprint, diterapkan untuk membantu tim dalam mengorganisir pengembangan produk. Proyek ini dibagi menjadi beberapa sprint yang dicatat dalam product backlog. Setiap sprint direncanakan dengan cermat untuk memastikan fitur-fitur penting dan perbaikan iteratif disertakan. Selama siklus sprint, perubahan dilakukan pada antarmuka pengguna (UI) untuk memodernisasinya dan memastikan kompatibilitas dengan perangkat mobile, serta mengatasi masalah keterbacaan dan pengalaman pengguna (UX). Setelah selesai, situs web ini diuji menggunakan dua metode: pengujian black box untuk menilai fungsionalitas perangkat lunak dan pengujian usability yang melibatkan umpan balik dari relawan. Pengujian black box mengonfirmasi bahwa sebagian besar fungsionalitas inti bekerja sesuai rencana, memastikan keandalan dan kinerja situs web. Pengujian usabilitydilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS), dengan skor rata-rata 84,3, yang menunjukkan bahwa nilai usability-nya adalah A+. Kesimpulannya, proyek ini berhasil mengembangkan sebuah situs web yang bertujuan menjadi sumber daya yangberharga untuk mengumpulkan dan berbagi kata-kata slang dalam bahasa Indonesia.

As more younger generations are exposed to the internet culture, more new words are continuously used in their daily lives. Which resulted in the ever-expanding lexicon of any language, often originating from slang that has been adopted into common usage. As more new words get introduced, the more people will assume the meaning of slang words that become a trend. Since new slang words don’t have an official source for finding their definitions, to resolve this issue, this website is dedicated to serving as a platform for sharing Indonesian slang words or phrases, similar to the popular Western site Urban Dictionary. The project utilised the Django web framework, a Python-based framework known for its large community and versatility in developing applications for data analysis, apps, file generation, etc. The project’s workflow is the widely used Scrum workflow; Scrum methodologies, including the product backlog, sprint, sprint backlog, and sprint planning, were employed to assist the team in organising the product’s development. The project was divided into sprints recorded on a product backlog. Each sprint was carefully planned to ensure the inclusion of essential features and iterative improvements. During the sprint cycles, changes were made to the user interface (UI) to modernise it and ensure mobile compatibility, addressing issues of readability and user experience (UX). Upon completion, the website was tested using two methods: black box testing to assess software functionality and usability testing involving volunteer feedback. The black box test confirmed that most core functionalities worked as intended, ensuring the reliability and performance of the website. Usability testing was conducted using the System Usability Scale (SUS), with an average score of 84.3, which indicates the usability grade is A+. In conclusion, this project successfully developed a website that aims to be a valuable resource for collecting and sharing Indonesian slang.

Citation



    SERVICES DESK