<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="134065">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISASI MONOFILAMEN NILON YANG DISALUT MAGNETIT BESI OKSIDA (FE3O4) SINTESIS DAN PASIR BESI SEBAGAI ADSORBEN METILEN BIRU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADE IKA PUSVITA NASUTION</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Industri tekstil di Indonesia mengalami perkembangan pesat namun turut menghasilkan limbah berbahaya, salah satunya adalah limbah metilen biru (MB), yang merupakan pewarna azo dengan sifat toksik dan sulit terurai. Metode adsorpsi telah banyak digunakan untuk mengurangi konsentrasi MB dalam air, tetapi adsorben konvensional berbentuk serbuk memiliki keterbatasan dalam efisiensi pemisahan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi monofilamen nilon yang disalut dengan magnetit besi oksida (Fe3O4) sebagai adsorben metilen biru, serta membandingkan efektivitasnya dengan pasir besi sebagai adsorben. Magnetit besi oksida disintesis menggunakan FeCl3 dan FeSO4.7H2O dengan agen pengaglomerasi berupa polivinil alkohol (PVA). Besi oksida dalam PVA (Fe3O4-PVA) dan Pasir Besi (PB) yang digunakan mengandung senyawa magnetik yaitu magnetit dan hematit. Monofilamen Nilon tersalut besi oksida dalam PVA (MN-Fe3O4-PVA) dan Monofilamen Nilon tersalut pasir besi (MN-PB) digunakan menjadi adsorben untuk metilen biru, waktu optimum yang diperoleh yaitu 90 menit. Semakin meningkat massa adsorben yang digunakan semakin banyak MB yang teradsorpsi. Kapasitas adsorpsi MN-Fe3O4-PVA yaitu 4,827 mg/g dan MN PB yaitu 0,236 mg/g. Kapasitas adsorpsi dari MN-Fe3O4-PVA lebih besar dari MN-PB. Kecilnya kapasitas adsorpsi dari MN-PB diakibatkan karena penggunaan lem PU yang menutupi rongga yang ada pada pasir besi. Sehingga pada penelitian ini MN-Fe3O4-PVA lebih efektif sebagai adsorben metilen biru dibandingkan dengan MN-PB.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>134065</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-01 10:04:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-02 09:05:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>