ANALISIS KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUN (KBM) EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) TERHADAP BAKTERI METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUN (KBM) EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) TERHADAP BAKTERI METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA)


Pengarang

Junaidi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1009200120029

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Kesehatan Masyarakat Veterineer (Pascasarjana)., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

615.53

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

JUNAIDI. Analisis Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimun (KBM) Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). ZINATUL HAYATI. RINIDAR.
Tanaman rosela (Hibiscus sabdariffa L.) telah lama dimanfaatkan sebagai obat dan telah dipublikasi secara ilmiah mempunyai aktifitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol kelopak bunga rosela serta pengaruh perbedaan konsentrasinya terhadap Daya Hambat (DH) dan Daya Bunuh (DB) bakteri MRSA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan rancangan post-test only control group desain. Kelompok perlakuan adalah bakteri MRSA pada proses pembiakannya di berikan ekstrak etanol kelopak bunga rosela yang telah diencerkan dengan akuadest dalam sebelas konsentrasi bertingkat. Kelompok kontrol positif adalah bakteri MRSA di berikan antibiotik vancomycin sedangkan kontrol negatif adalah bakteri hanya dibiarkan tumbuh pada media pembiakan.
Hasil uji KHM dan KBM ekstrak etanol kelopak bunga rosela terhadap bakteri MRSA adalah 0,98 mg/ml dan 31,2 mg/ml. Analisa statistik menggunakan uji Kruskal Wallis menghasilkan nilai yang sama pada pengujian DH dan DB yaitu P = 0,000 pada ? 0,05 berarti P < ? yang berarti peningkatan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela berpengaruh terhadap DH dan DB bakteri MRSA. Untuk mengetahui konsentrasi mana yang berbeda maka dilakukan uji Mann-Whitney. Konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela yang sama DH dengan kontrol positif dan berbeda dengan kontrol negatif adalah 125 mg/ml, 62,5 mg/ml, 31,2 mg/ml, 15,6 mg/ml, 7,8 mg/ml, 3,9 mg/ml, 1,9 mg/ml dan 0,98 mg/ml, sedangkan Konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela yang sama DB dengan dengan kontrol positif dan berbeda dengan kontrol negatif adalah 125 mg/ml, 62,5 mg/ml dan 31,2 mg/ml.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK