<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="133855">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED PANEL REGRESSION PADA DATA KELUARGA BERISIKO STUNTING (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PROVINSI ACEH TAHUN 2022-2023)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muammar Nurdin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menyatakan bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 sebesar 21,6%. Angka tersebut masih berada di atas batas standar yang ditetapkan oleh WHO. Target pemerintah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Sementara itu, kasus stunting di Provinsi Aceh menduduki posisi kelima di Indonesia pada tahun 2022, yaitu sebesar 31,2%. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui pendekatan kepada keluarga yang berisiko stunting. Jumlah keluarga berisiko stunting berdasarkan pemutakhiran keluarga (PK-23) masih tinggi yaitu mencapai 13,2 juta keluarga. Masalah stunting adalah salah satu kasus yang datanya berpengaruh antara suatu lokasi dan lokasi lainnya serta mengalami perubahan setiap tahun. Oleh karena itu, metode GWPR digunakan dalam analisis ini. GWPR dapat mengidentifikasi perbedaan karakteristik antardaerah dengan lebih akurat, serta mempertimbangkan variasi spasial dan waktu yang terdapat dalam data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang memengaruhi keluarga berisiko stunting di Aceh menggunakan regresi data panel serta mengetahui variabel-variabel yang dominan memengaruhi keluarga berisiko stunting menggunakan metode GWPR untuk hasil yang lebih akurat. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui portal Pemutakhiran Keluarga. Terdapat 7 variabel independen yang digunakan pada 23 kabupaten/kota di Aceh selama 2 tahun, yaitu 2022-2023. Hasil analisis regresi data panel menunjukkan bahwa dari tujuh variabel yang dianalisis, terdapat lima faktor yang memengaruhi jumlah keluarga berisiko stunting, yaitu jumlah keluarga yang tidak mempunyai sumber air minum yang layak, jumlah keluarga yang tidak mempunyai jamban yang layak, jumlah keluarga dengan umur istri terlalu tua 35-40 tahun, jumlah keluarga yang memiliki terlalu banyak anak (&gt;2 anak), dan jumlah keluarga yang bukan peserta KB modern. Hasil analisis GWPR didapatkan bahwa variabel jumlah keluarga yang tidak mempunyai sumber air minum yang layak dan jumlah keluarga dengan umur istri yang terlalu tua (35-40 tahun) berpengaruh di seluruh wilayah Provinsi Aceh. Sedangkan, variabel jumlah keluarga dengan terlalu banyak anak (&gt;2 anak) tidak berpengaruh di seluruh wilayah Provinsi Aceh, dengan variabel-variabel dominan memengaruhi jumlah keluarga berisiko stunting yang bervariasi untuk masing-masing wilayah kabupaten/kota di Provinsi Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>133855</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-30 12:13:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-01 10:09:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>